Kepergok Mesum Menjelang Ramadhan, Gadis Desa Dimandikan ame Rame Didepan Umum

Mandi bersama di padusan umum menjelang Ramadan, biasa dilakukan orang. Tapi empat remaja di Aceh ini lain lagi. Mereka dimandikan warga ramai-ramai, karena kepergok berhubungan intim menjelang bulan puasa. Setelah keempatnya njedindil basah kuyup, barulah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Di Boyolali (Jateng), menjelang Ramadan sudah menjadi tradisi masyarakat berbondong-bondong ke pemandian Umbul Cokro, Pengging dan Tlatar. Ini sudah terjadi turun temurun, dan apa maksud sesungguhnya tidak jelas. Mungkin filosofinya adalah, bersih-bersih diri menghadapi bulan suci, sehingga puasanya juga bersih, tanpa berpikir macem-macem dan berbuat macam-macam.

Paling ironis adalah kelakuan Sofwan, 22,(bukan nama sebenarnya) dan Wahab, 20,(bukan nama sebenarnya) beserta pacarnya masing-masing. Hidup dan tinggal di bumi Serambi Mekah, kok pikirannya tidak Islami, justru ngeres bak pasir Tangerang. Padahal sebagai warga kota yang menjalankan syariah Islam, mereka harus berbuat lebih terukur, apa lagi menjelang datangnya bulan Ramadan.

Dua anak muda warga Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ini memang berteman akrab. Saking akrabnya, dalam hobi dan selera pun sama. Kebetulan mereka juga sudah memiliki pacar masing-masing. Sofwan berdoi Ida, 18, dan Wahab punya gebedan Ulfah, 19 (bukan nama sebenarnya). Lagi-lagi saking akrabnya antara keduanya, saat berpacaran pun juga sering jalan bareng.
Beberapa hari lalu, tengah malam mereka jalan bareng sampai perjalanan mereka tiba di Desa Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Melihat sebuah rumah kosong, mendadak mereka menghentikan sepeda motornya, dan istirahat di dalam.

Dalam suasana yang sepi, tanpa ada orang lain kecuali mereka berempat, tiba-tiba setan masuk dan mengompori pada perbuatan yang jauh dari norma agama dan tata susila. “Dingin-dingin begini, paling asyik kelonan, Bleh!” kata setan.
Rupanya iman Sofwan dan Wahab memang baru setebal selotip. Melihat pacar masing-masing di tempat yang gelap, gairahnya mendadak bangkit. Maka Wahab segera menyerbu Ulfah dan Sofwan menyatroni Ida.

Awalnya kedua gadis itu menolak. Tapi karena dua cowok itu memang ahli pembangkit asmara, akhirnya Ulfah dan Ida bertekuk lutut dan berbuka paha jua. Sial, ketika mereka tengah digeber nafsu, ada warga yang mengetahui aksi mesum itu. Mereka pun digerebek dan dibawa ke rumah sesepuh kampung. Malam itu juga mereka diadili dengan cara kampung itu. Bukan dihukum cambuk, tapi cukup dimandikan bersama hingga basah kuyup. Selanjutnya pasangan mesum asal Kecamatan Baktiya itu diserahkan ke Polsek Tanah Jambe Aye.

Dalam pemeriksaan baik Wahab maupun Sofwan mengakui bahwa perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Tapi pihak Ida – Ulfah membantahnya, mereka melakukan karena terpaksa. “Tapi kami memang tidak berusaha berteriak atau melawan,” akunya jujur. Ikan belanak di kolam raja, karena enak diam saja.

This entry was posted in Kisah Cinta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s