Ngurus KTP Tidak Ketemu Ketua RT, Dipakai Kesempatan Untuk Menyelingkuhi Istri Pak RT

RT itu memang rukun tetangga, tapi jika istri “dirukuni” tetangga, bagaimana Pak RT tak marah? Maka inilah yang terjadi di Lumajang (Jatim); RT Samiyo, 37, (bukan nama sebenarnya) nekad menyabetkan parang ke tubuh Dalmin, 37, (bukan nama sebenarnya) tetangganya, karena kepergok ngumpet di bawah ranjang. Diduga keras, dia baru saja kelonan dengan istri Pak RT.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Tapi ternyata tak semua orang bisa menyadari. Bahkan bagi orang yang kadung jadi budaknya setan SPI (Satgas Penggoda Iman), di kala warga tadarusan di mesjid, kesempatan itu justru digunakan untuk berbuat hil-hil yang mustahal. Taruhlah si Dalmin dari Desa Bodang Kecamatan Padang ini, di kala orang pada menahan hawa nafsu di siang hari, justru memasuki rumah orang yang bininya baru ditinggal pergi suami. Naudzubilah min dzalik!

Agaknya Dalmin sudah lama “ada main” dengan Ny. Tarmi, 29, (bukan nama sebenarnya) istri Pak RT, yang sekaligus juga tetangga sendiri. Sepertinya dia sama sekali tak takut bahwa suami gendakannya adalah tokoh masyarakat yang punya kekuasaan menentukan. Coba, kalau Pak RT tahu bahwa bininya selalu disatroni, apa mungkin Dalmin diberi surat pengantar ke lurah, ketika KTP-nya sudah mati? “Apaan surat pengantar ke lurah, nih pengantar kea lam baka, mau?” pasti begitu reaksi Pak RT Samiyo.

Tapi “untung”-lah, jaringan asmara bawah tanah itu selama ini tak pernah terendus. Karena tetangga dekat, mudah saja dia menyelinap di waktu yang tepat. Ketika tahu RT Samiyo pergi hingga malam, kesempatan itu digunakan Dalmin untuk menyatroni kamar Tarmi dengan segala aktifitasnya. Aktifitas apa? Alaaa, bulan puasa masak soal beginian dijelaskan juga. Nanti kalau batal puasa sampeyan, siapa yang tanggungjawab?

Di bulan Ramadan ini, kesibukan Pak RT semakin banyak, karena usaha dagangnya makin bagus omsetnya. Nah, kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya oleh Dalmin – Tarmi. Di kala warga sudah berangkat ke tempat kerja masing-masing, situasi yang sangat kondusif di pagi itu segera dimanfaatkannya. “Terus saja Bleh, jangan takut-takut….,” kata setan seperti Tino Sidin almarhum saat jadi guru gambar di TVRI dulu.

Namun sial kali ini. Ketika keduanya sedang ketanggungan, ternyata RT Samiyo pulang mendadak karena ada yang ketinggalan. Tahu gelagat itu, sedangkan waktu untuk lari tak ada lagi, tak ada jalan lain bagi Dalmin kecuali sembunyi di nglongan (kolong ranjang). Melihat sikap istrinya yang mencurigakan, dan jarak membuka pintu cukup lama, Samiyo pun curiga bahwa ada hil-hil yang mustahal tersebut. Nah, saat dia melongok ranjang, kok terlihat ada lelaki ndepipis (meringkuk) di bawah ranjang.

Langsung saja RT Samiyo tahu apa yang baru saja terjadi. Parang diambilnya dan dihantamkan ke tubuh Dalmin tetangganya yang berusaha keluar dari kolong ranjang. Tidak sampai mati memang, tapi bacokan itu menjadikan Dalmin harus dilarikan ke rumahsakit. Sedangkan RT Samiyo, kini jadi urusan polisi Polsek Padang, meski dia mbacok orang demi menjaga harga diri dan kehormatannya. Suami istri saja bisa kena puasa dua bulan, apa lagi dengan orang lain

This entry was posted in Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s