Pemuda Desa Threesome Bareng Dua Kembang Desa Akhirnya Bingung Karena Dua Duanya Hamil Bareng

ROMLI, 22, adalah play boy cap kampung. Dua gadis teman sedesanya digaulinya sekaligus. Giliran sudah menikahi gadis Tarsih, 18, lantaran kadung hamil; eh Pawiti, 17, menyusul hamil juga. Karena tak mampu menikahi dua-duanya, keluarga pacar kedua pun melapor ke Polres Lumajang.

Tampang jelek, karena anggota DPR, bisa saja punya bini cantik. Sebaliknya, meski hanya tukang batu, jika pintar merayu cewek, juga bisa jadi tukang pacaran yang handal. Sejumlah cewek direntengi (digandeng) macam karet gelang. Maka spesialist mata pun bilang, cinta itu memang buta. Bila sudah demen tak peduli dengan status orang yang dicintai.

Nasib mujur ini dialami oleh Romli, yang pekerjaan sehari-harinya hanya jadi tukang batu. Meski sehari-hari bau semen dan plamir, ada saja cewek yang menaruh perhatiannya. Maklumlah, di samping tampang memang lumayan, dia ahlinya merayu cewek. Maka meskipun sehari-hari selalu akrab dengan cethok dan sendok pasir, di luar profesi dia adalah “satria lananging jagad” karena ceweknya selalu berganti-ganti.

Dalam kisah perwayangan, predikat “satria lananging jagad” hanya dimiliki oleh Harjuna, satria Madukara yang punya keris Pulanggeni. Begitu pula dengan Ramli, dia juga punya “keris” serupa. Cuma jikalau kerisnya Harjuna khusus untuk membinasakan musuh, “keris” Romli justru menjadi senjata andalan untuk mempedayai sejumlah gadis. Seorang cewek yang terkena “keris” tukang batu satu ini, langsung nginthil (ngikut) terus ke mana saja.

Pemuda dari Desa Kandangtepus Kecamatan Sendura ini, diam-diam telah memiliki dua pacar sekaligus, dua-duanya warga sekampung. Dengan Pawiti dia akrab, dengan Tarsih juga lengket. Lalu sebagai “satria lananging jagad”, kedua gadis itu juga telah merasakan bagaimana asyiknya terkena “keris” Pulanggeni made in Lumajang ini. Soalnya, begitu saktinya sang keris, yang terkena belum tentu kena infeksi atau pembengkakan pada perutnya.

Tapi apes rupanya si Pawiti, sekian bulan dipacari Romli, tahu-tahu perutnya hamil. Untuk menutub aib, keduanya pun segera dinikahkan di KUA. Pelajar SMA kelas II itupun hamil, dan sekolahnya putus di jalan. Bila biasanya nenteng tas ke sekolah, setelah bayinya lahir ke mana-mana harus menggendong si upik.

Lalu bagaimana dengan si Tarsih? Jelas koalisi itu putus pula di tengah jalan. Tapi sungguh di luar dugaan, keluarga si gadis beberapa hari lalu mendatanginya, melapor bahwa putrinya hamil akibat perbuatan Ramli. Sebagaimana Pawiti pula, orangtua Tarsih juga minta penyelesaian yang setara alias dinikahi. Dalam kondisi kepepet, putrinya dijadikan bini kedua juga tak masyallah, yang penting si bayi kelak punya status yang jelas.

Punya bini dua, kata kalangan poligamawan, sangat mengasyikkan. Tapi bagi Romli yang hanya tukang batu, jelas tak sanggup jika. Selain hanya mengandalkan kekuatan onderdil, dia khawatir dikritisi pula oleh Jusuf Supendi. Maka dengan terpaksa tawaran sangat menjanjikan itu ditolaknya. Tentu saja keluarga Tarsih tidak terima, sehingga Romli pun dilaporkan ke Polres Lumajang. “Nyerah deh Pak, punya bini satu saja sudah empot-empotan,” kata tukang batu itu di depan polisi.

Tapi yang satu ini kan ngempot ayam!

This entry was posted in Konyol dan Lucu, Pernikahan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s