Demi Memuluskan Perselingkuhan Seorang Istri Meracun Suami Tapi Malah Anak Yang mati

DEMI melapangkan perjalanan asmaranya, Ny. Sundari, 55, tega hendak meracun suami sendiri. Tapi sial, minuman beracun itu jusru terminum anak sendiri. Tak sampai wasalam memang. Tapi dari sana terungkap bahwa istri Paimo, 60, ini sengaja membangun “koalisi jahat” untuk bisa kawin dengan PIL-nya.

Yang namanya politik selalu menghalalkan segala cara. Tapi biasanya ini politik untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan. Lihat saja itu Muamar Khadafi dari Libia, dia tega menembaki rakyat sendiri lewat udara, karena tak mau diganggu kekuasaanya. Kesimpulannya, di mata politik nyawa itu tak ada harganya.

Bagaimana dengan politik untuk meraih kenikmatan ragawi? Ternyata banyak juga yang tega berbuat aniaya. Ny. Sundari ini contohnya. Agar bisa segera menikah dengan PIL-nya, dia dengan tega hati hendak melenyapkan suami sendiri. Padahal jika Allah belum menghendaki, apa yang jadi target justru malah meleset. Ceritanya mau membunuh suami, justru anak yang kejet-kejet (nyaris tewas).

Usia Ny. Sundari bukan lagi muda, apa lagi suami. Tapi di kala anak-anak sudah gede bahkan sebagaian sudah mentas (menikah), eh mereka malah berusaha pecah koalisi. Apalah terjadi pengkhianatan dalam setgab koalisi? Apakah Sundari mau niru Lily Wachid, apakah Paimo mengikuti jejak Effendi Khoiri? Sepertinya tidak. Tapi yang jelas, kini Paimo – Sundari sudah tidak tinggal serumah. Sebetulnya Sundari sudah minta cerai, tapi suami tak pernah mengizinkan.

Meski sudah bukan lagi muda, ternyata Sundari masih pengin juga membangun koalisi dengan lelaki lain, apa lagi dia sudah punya cem-ceman baru. Sayangnya, niat itu susah dilaksanakan, lantaran Paimo masih pegang kendali setgab. Lalu bagaimana akal? Bandi, 50, kekasih Sundari pun melempar wacana. “Kalau suamimu masih ada, mustakhil rencana kia terlaksana.” Ujar Bandi.

Jadi Paimo harus dilenyapkan? Meski sebetulnya berat, tapi demi rencana koalisi asmaranya, Sundari menerima saran kekasihnya. Lalu Bandi pun memberikan sejimpit racun, agar dituangkan ke dalam air mineral yang biasa dibawa Paimo selagi ke sawah. Lagi-lagi demi asmara yang sedang membara, Sundari menurut saja.

Diam-diam dia memasukkan racun ke dalam botol air mineral itu. Teorinya, air kemasan itu akan dibawa suami ke sawah dan di sana dia segera meregang nyawa setelah meminumnya. Ternyata teorinya meleset. Justri Dimin, 27, anak keduanya, sepulang bepergian langsung makan. Dan karena keseretan, air mineral di atas meja itu pun ditenggaknya, gleg, gleg.

Tapi mendadak perut sakit, seperti diaduk-aduk dan mata kunang-kunang. Dimin dilarikan ke Puskesmas Jogorogo. Masih bisa diselamatkan nyawanya. Tapi dari situ semuanya jadi terungkap bahwa air maut itu sedianya akan dipakai mencelakakan suami. Gara-gara rencana jahat ini, Paimo terpaksa melaporkan istrinya ke polisi.

Kini Sundari warga Desa Dawung Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi (Jatim) ini mendekam dalam tahanan Polres Ngawi. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa memang sengaja mau meracun suami, atas sponsor Bandi. Polisi pun kini mengejar PIL-nya Sundari, sebab setelah usahanya gagal total dia buru-buru melarikan diri entah ke mana.

Tunggu ya, gagal naik pelaminan, malah naik mobil polisi dengan tangan diborgol.

This entry was posted in Pembunuhan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s