Ibu Muda Selingkuh Dengan Polisi Pencemburu Malah Habis Dipukuli

Ada warna biru-biru di pelupuk mata Miranti, 37. Pakai eye shadow kah dia? Bukan, itu semua karena habis ditonyo (tempeleng) oleh PIL-nya. Memangnya kenapa? Malam tahun baru lalu, mereka ribut karena cemburu. Sicowok yang oknum Polri, langsung menempelengnya berulangkali, sehingga Miranti diopname.

Pada dasarnya, manusia itu makhluk pembosan. Cepat jenuh dengan sesuatu yang monoton dan itu-itu saja. Paling celakalah kemudian, ketika seorang suami bosan dengan istrinya, atau istri bosan dengan suaminya. Kenapa musti bosan? Bukanka mereka sudah sepakat teken kontrak lewat KUA/Catatan Sipil untuk sehidup semati hingga akhir hayat.

Salah satu wanita yang bosan dengan pasangan sendiri, di antaranya Miranti, warga kota Wonogiri (Jateng). Untuk mengusir kebosanan, bukannya dia memperbaiki atau memodifikasi hubungannya dengan suami, tapi malah sengaja cari Pria Idaman Lain. Alasan Miranti, kabinet saja setiap lima tahun berganti, kenapa kabinet rumahtangga harus permanen? Ooo, lha cah edan!

Miranti edan, ee….ndilalah kersaning Allah kok ketemu oknum polisi yang sama edannya. Aparat dari Polres Wonogiri ini rupanya juga sedang jenuh dengan istri di rumah. Maka ketika ketemu Miranti, Marlan, 42, langsung kontak pendulumnya, blip, blip, blip. Mulailah oknum polisi ini mendekati Miranti yang memang lumayan cantik itu. Tahu sendiri kan, Wonogiri ini memang gudangnya wanita cantik. Sampai-sampai kidalang Anom Suroto pernah bilang, barang siapa terjatuh di kota Wonogiri, pasti ngebruki wong ayu.

Istri Marlan sebetulnya cukup cantik, tapi karena Miranti adalah barang baru, tentu saja rasanya menjadi lain. Ibarat aliran listrik PLN, senggolan Miranti masih ada grengnya, mengandung setrom 240 volt. Sedangkan yang di rumah, sepertinya sudah mati rasa, bagaikan jaringan listrik yang sudah putus arusnya karena sampai tanggal 20 belum juga bayar rekening.

Begitulah, sama-sama berdaya setrom yang masih 240 volt, Miranti – Marlan lalu membangun asmara di bawah tanah, tanpa setahu pasangan masing-masing. Apakah hubungan mereka baru jalan-jalan, apakah sudah bobok-bobok di kamar hotel, tak diketahui jelas. Yang pasti keduanya semakin merapatkan barisan dan senggolan. Saat malam tahun baru 2011 misalnya, keduanya jalan-jalan di seputar kota Wonogiri. Capek jalan-jalan, oknum polisi itu lalu mengantarkan pulang Miranti ke rumah orangtuanya.

Maklum, Miranti memang sedang pisah rumah dengan suaminya. Maka makin lapang saja perjalanan selingkuh oknum Polri ini. Tapi entah kenapa, ketika Marlan hendak pulang, malah terjadi keributan di halaman rumah. Kabarnya soal cemburu dan cemburu. Oknum polisi yang temperamental ini tak peduli statusnya bertamu, langsung saja mengirimkan tinju berkali-kali. Kontan Miranti ndlosor (terkapar). Begitu seriusnya luka-luka itu, dia harus berminggu-minggu dirawat di RSU Solo.

Kasus penganiayaan oleh oknum Polri tersebut kini sedang diusut oleh Polres Wonogiri. Kabarnya, sejak awal Marlan sudah diingatkan komandan, jangan begitu dan begituan dengan istri orang, tapi sang anak buah tetap ngeyel. Nah, akhirnya kini ada tuntutan dari keluarga Miranti. Sebagai bukti atas keseriusan polisi, Marlan kini sudah dimutasikan dan proses hukum tetap berjalan.

Sekali-sekali jeruk makan jeruklah

This entry was posted in KDRT, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s