Ketika Pak Guru Asyik Mengajar Murid, Istrinya Diajari Selingkuh Oleh Rekan Sekerja

TRAGIS benar kehidupan rumahtangga Pak Guru Nongso, 33, dari Rembang (Jateng) ini. Di saat dia mulang (mengajar) di kelas, di rumah kemul istri ilang (selimut hilang) dilepas teman sekerjanya, dan dikerjain. Kasus mesum ini akhirnya digerebeg para tetangga, dan dua calon PNS ini bisa jadi batal prajabatan.

Sebelum dapat NIP (Nomer Induk Pegawai) calon PNS harus menjalani dulu pendidikan pra jabatan. Selama 2 tahun, gajinya baru diterimakan 80 persen, dan perilakunya tak boleh tercela sama sekali. Tapi nasib Paidi, 28, dan Nastiti, 26, calon PNS di Rembang ini kemungkinan besar tidak sampai prajabatan segala, gara-gara hanya memburu pra kenikmatan sebelum nikah. Paling celaka, pihak wanita berstatus istri orang.

Mereka memang berstatus calon PNS di lingkungan Disdik UPT (dulu dinas PDK) di Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Namanya dua maklhuk berlainan jenis yang bermuatan listrik negatif dan positif, ketika terjadi hubungan pendek, konsletlah jadinya. Paidi benar-benar kesetrom atas lenggang-lenggok teman sekerjanya itu. Lupa bahwa Nastiti sudah punya suami, “disetrom”-lah sekalian sebagai pelampiasan nafsu.

Di masa aksi setrom-menyetrom itu, memang tak pernah kepergok. Namun sikap keduanya yang bagaikan mimi lan mintuna (baca: intim sekali), menjadikan para kawan-kawannya di kantor mencurigai bahwa keduanya bukan lagi sekedar teman sekerja. Maka para senior di kantor tersebut berulangkali mengingatkan Paidi, agar jangan mengganggu bini orang. Bila suami Nastiti marah, bisa gawat. “Kalau kamu sampai dipotong lehernya, kupluk (peci) kamu mau ditaruh mana?” kata teman sekantor.

Meski telah diberi bayangan sadis, Paidi tak juga surut, justru semakin nekad. Di kala suami Nastiti pergi, justru dia masuk ke rumah itu, lalu bermesraan bak suami istri. Tentu saja warga menjadi jengah sekali. Ini kampung Wonokerto kampung baik-baik, bukan kompleks WTS. Untuk menjaga citra kampung, warga sudah mengingatkan Nastiti agar tidak memasukkan tamu lelaki ke rumahnya. Tapi imbauan itu hanya masuk telinga kiri, balik lewat telinga kiri lagi.

Sampailah pada kejadian beberapa hari lalu. Di kala Pak Guru Nongso seperti biasa mengajar di kelas, di rumah istrinya malah bermesraan dengan teman sekerjanya. Maka kejadian selanjutnya sungguh tragis dan ironis. Di saat Nongso mulang, kemul Nastiti malah ilang gara-gara dilepas oleh Paidi. Hubungan intim bak suami istri pun terjadi, tanpa mempedulikan keluhan dan keberatan para tetangga.

Kali ini keduanya tak menyadari bahwa aksinya tengah diintai para tetangga. Maka sebelum Paidi berhasil mencetak gol non LPI, pintu pun digedor-gedor, sehingga Paidi – Nastiti terpaksa menghentikan aksinya sebelum peluit panjang berbunyi. Keduanya pun lalu digiring ke Mapolsek Sale, sementara Pak Guru Nongso diminta pulang lebih cepat.

Horotoyoh, bisa-bisa Paidi dibuat saleh, tuh

This entry was posted in Pagar Makan Tanaman, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s