Melaporkan Perselingkuhan Istri Ke Polisi Tidak Ditanggapi Sang Suami Mengadu Ke DPRD

Pejabat negara selingkuh lalu dilaporkan ke DPRD, ini lumrah. Tapi Mulyakin, 40, yang cuma pejabat RT masak dilaporkan juga ke dewan, gara-gara menyelingkuhi bini orang. urusan salah kaprah ini, menjadikan DPRD Malang sibuk. Enaknya nggak ikut, susahnya terbawa-bawa. Sebetulnya Mulyadi, 36, juga tak bermaksud menyeret DPRD Malang terlibat dalam perselingkuhan istrinya, Mulyati, 32. Tapi dia sudah kadung bingung. Soalnya, pihak Polres yang dilapori perkara ini tidak segera mengambil tindakan. Khawatir aksi perselingkuhan istrinya dengan Mulyakin semakin menjadi-jadi, terpaksalah skandal itu dibawa ke DPRD. Kalau perlu biar dibentuk pansus sekalian.

Mulyati sebetulnya belum lama pulang jadi TKW di Hongkong, sehingga rindu asmara Mulyadi pada istri belumlah tuntas tasss. Ee, baru beberapa minggu di kampungnya, Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing, dia sudah kecantol pada lelaki yang kebetulan bernama agak mirip-mirip suaminya: Mulyakin. Tapi ya itu tadi, meski usianya lebih tua, tapi pria kenalan baru itu nampak lebih dewasa dan lebih perhatian pada wanita. Karena itulah, berkenalan dengan Mulyakin menjadikan Mulyati merasa tersanjung.

Perempuan memang senang diistimewakan kaum lelaki, meski dia bukan daerah Yogyakarta. Kata Mulyakin beberapa waktu yang lalu, dia ingin menjadikan Mulyati sebagai perempuan yang istimewa dalam hidupnya. Meskipun nantinya hanya akan dijadikan bini kedua, kalau mau, hak-hak istimewa akan diberikan. Dia boleh mengelola anggaran, memiliki hak veto dalam rumahtangga. Pokoknya, hak super istimewa lah.

Gebleknya Mulyati, karena sudah kadung tersanjung, maulah dia kemudian diajak masuk dalam sarung. Beberapa kali dia diajak Mulyakin masuk hotel, berbagi cinta bak sepasang suami istri. Tapi entah pada chek in yang keberapa, ulah Mulyati diketahui suami, dan dibuntuti. Bagaimana Mulyadi tak naik pitam. Dia melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana Mulyati tengah disetubuhi oleh PIL-nya.

Hancur hati Mulyadi. Kenapa Mulyati tega mengkhianati perkawinannya? Kalai pecah kongsi, bagaimana dengan nasib kedua anaknya? Setelah sekian lama ditimbang rasa, baru pada hari ketiga dia melaporkan perselingkuhan Mulyakin – Mulyati ke Polres Malang. Tapi celakanya, sampai berminggu-minggu, kasus itu tak ditangani. Mulyadi tak pernah melihat Mulyakin dipanggil, bahkan nampaknya semakin cengengesan saja karena telah berhasil menyatroni bini orang.

Putus asa dengan penanganan polisi, Mulyadi terpaksa membawa kasus ini ke DPRD Malang. Tentu saja para anggota dewan terpana, masak urusan begitu kecilnya dibawa ke lembaga wakil rakyat? Mau dibentuk pansus, juga tanggung. Tapi sebagai wakil rakyat, DPRD lalu menghubungi pihak Polres, bagaimana duduk dan berdirinya persoalan sebenarnya. Seperti apa sih kekuatan Mulyakin, sehingga kok punya keistimewaan sehingga mirip Gayus saja.

Tentu saja pihak polisi tak mau dikreditkan. Bukannya tak mau menangani kasus itu, tapi semua ini karena laporan Mulyadi sendiri yang kadaluwarsa. Mestinya, begitu kejadian langsung lapor. Hambatan lain, para saksi juga banyak yang tidak mau dipanggil polisi, mungkin takut dinaikkan statusnya, dari saksi jadi tersangka seperti dalam sidang-sidang tipikor. “Kalau bukti-buktinya lengkap, pasti Mulyakin segera kami tangkap,” ujar polisi.

Ini ceritanya skandal Trio-Mul, ta?

This entry was posted in Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s