Kakak Ipar Hajar Adik Ipar Karena Istri Lebih Hormat Pada Kakak Dari Suami

Enak betul ya, habis nggebuki adik ipar, Rusman, 45, cukup minta maaf pada Pak RT lalu ngeloyor pergi. Tentu saja Marsilen, 40, yang jadi korban tidak terima. Dengan muka babak belur karena dihajar senter, dia melapor ke Polsek Sagulung, Batam. “Saya nggak terima, masak istriku pentingkan kakaknya dari suami,” ujarnya.

Suami adalah tulang punggung keluarga, sehingga dia menjadi sosok paling dihargai dan dihormati dalam bangunan rumahtangga. Demikian dihormatinya seorang suami, Nabi pun pernah bersabda: “Andaikan tidak menjadi syirik, setiap istri akan kusuruh menyembah pada suaminya.” Bahkan sebuah kisah mengatakan, seorang istri tak mau membezuk orangtuanya yang sakit parah, karena belum dapat izin dari suami. “Surgalah balasannya bagi istri seperti itu,” kata Nabi lagi.

Agaknya Marsilus, tahu betul akan harga dirinya sebagai suami. Maka dia sangat tersinggung ketika beberapa hari belakangan Bety, 35, istrinya kurang memperhatikan dirinya, gara-gara ketamuan kakak kandungnya. Sejak Rusman bertamu ke rumah dan menginap, semua pelayanan untuk si kakak kandung. Sampai-sampai, untuk makan saja harus ambil sendiri. Padahal mustinya, kan dia diajak makan bareng bersama si tamu yang juga kakak iparnya tersebut.

Lalu yang membuat Marsilen semakin “cemburu”, istrinya sering ngomong bisik-bisik dengan kakaknya, sepertinya dia sebagai suami dilarang tahu. Maka Mersilen pun curiga, jangan-jangan kehadiran kakak ipar ini mau minta bantuan keuangan. Tamu cap apa ini, datang tidak bawa apa-apa, malah mau ngrepoti tuan rumah. “Mbok kaya Obama itu lho, bertamu sambil memberi bantuan pendidikan senilai Rp 1,5 triliun,” kata Marsilen dalam hati.

Karena masih menaruh hormat pada kakak ipar, Mersilen mencoba bersabar. Tapi rupanya yang disabari semakin tidak tahu diri. Bety istrinya terus saja lebih mengistimewakan kakak kandungnya. Maka setelah si tamu kembali ke kampungnya, segala uneg-unegnya ditumpahkan pada istri. Ee, istri bukannya minta maaf, malah ngajak ribut. Paling celaka, Bety bahkan mengadu pada kakak kandungnya. Tentu saja Rusman jadi marah-marah lewat telelon dan ia pun berencana mau datang segera untuk memberi pelajaran adik iparnya.

Diancam seperti itu sebetulnya Marsilen tidaklah takut. Tapi berantem dengan kakak ipar, kan tidak lucu. Masak kakak dari istrinya dihajar? Saking bingungnya dia pun lalu berkonsultasi dengan teman-temannya, bagaimana kiatnya menghadapi ancaman si kakak ipar. Kata teman-temannya kemudian, biar hati panas kepala harus tetap dingin. “Kalau kamu dipukul, diam saja jangan melawan. Nanti kakak iparmu kan tahu diri….,” kata para konsultan.

Ee, benar juga. Hari berikutnya Rusman datang, dan hati Marsilen pun kebat-kebit. Tanpa banyak tanya, dia lalu mengomeli si adik ipar. Bukan saja mulut yang aktif, tangan juga maju pula. Bukan tangan kosong, tapi pakai senter Evereadi bateri 3, pletak, pletak, pletak, langsung ke wajahnya. Ingat nasihat teman-teman, meski sakit Marsilen tetap diam bertahan. Rusman baru menghentikan pukulannya setelah muka Marsilen bengkak-bengkak. Dia pun lalu menghubungi Pak RT, untuk minta maaf dan ngeloyor pergi.

Suami dari Kampung Sungai Aleng Kelurahan Seibinti, Batam ini tentu saja tidak terima. Dia segera mendatangi kantor polisi Polsek Sagulung. Bagaimana mungkin, yang punya wajah babak belur dia sendiri, kok minta maafnya pada Pak RT. Memangnya kalau sudah minta maaf babak belurnya hilang, apa?

This entry was posted in KDRT. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s