Seorang Kontraktor Mengontrak Istri Tetangga

TAPSIRUN, 50, sungguh nelangsa hatinya. Enam bulan istrinya menghilang, tak tahunya diam-diam Nasih, 40, “dikontrak” seorang kontraktor lewat kawin siri. Padahal hingga detik ini Tapsirun belum pernah menceraikan istrinya. Ironisnya, ketika skandal ini diurus, Nasih malah mengancam mau bakar rumah!

Meski siap “banting-bantingan” di ranjang, tidak banyak istri yang tahan banting menghadapi kemelut ekonomi rumahtangga. Maunya setiap wanita, jadi istri cukuplah mamah dan mlumah saja. Ketika ekonomi suami goyang, banyak wanita yang tega meninggalkan. Maka benar kata pepatah: ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang. Bahkan orang Jawa menyindirnya: witing tresna merga atusan lima.

Agaknya Nasih warga warga Nambirejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, termasuk perempuan yang tidak tahan banting itu. Ketika sudah 20 tahun menjadi istri Tapsirun, tapi ekonomi tak kunjung membaik, dia memilih meninggalkan suami diam-diam, untuk jatuh pada pelukan lelaki lain. “Sudah jarang ngasih nafkah, suka menganiaya pula,” keluh Nasih sekali waktu.

Dalam usia 40 tahun kini, bodi dan penampilan Nasih memang masih sangat menjanjikan, sehingga masih banyak bikin kaum Adam kontak pendulumnya. Salah satunya Dasroji, 44, seorang pemborong bangunan. Begitu melihat penampilan istri Tapsirun ini, dia langsung menyatakan siap untuk ikut lelang atau prakwalifikasi. Bagi Dasroji yang banyak duit, model Nasih ini tanpa dana termin pertama pun siap opnam atau menggarapnya.

Sebagai kontraktor, Dasroji sesungguhnya sudah biasa dibohongi mandor. Tapi dalam urusan asmara, masih juga dibohongi oleh Nasih. Betapa tidak? Ketika wanita ini mengaku janda, langsung percaya saja tanpa melihat surat cerai dari Pengadilan Agama. Bahkan ketika ditantang untuk menikah, dia langsung menyanggupi. Cuma, karena dia sendiri juga punya istri, koalisi permanen non setgab ini diwujudkan dalam bentuk kawin siri. Prinsip Dasroji, biar hanya SIM sementara, tapi kan udah bisa memacu kendaraan itu ke mana saja suka.

Demikianlah, setelah siri terjadi, Nasih menghilang dari rumahnya, dan diam-diam dia tinggal di rumah kontrakan bersama Dasroji. Bahagianya selangit, karena dapat jago baru yang tangguh. Ya materil maupun onderdil. Dia sama sekali tak memikirkan, betapa kini Tapsirun kelimpungan, karena jadi “duda” mendadak. Makan, harus masak sendiri. Pakaian kotor, harus mencuci sendiri kayak Rinso.

Sekali waktu Tapsirun menemukan istrinya di jalan, lalu digelandang pulang. Maunya diajak menebus rindu yang 6 bulan kadung mengkristal jadi kemenyan. Tapi Nasih menolak, bahkan marah-marah. Tak hanya marah, wanita “srikandi” ini siap membakar rumah jika Tapsirun mau macam-macam. Ya, terpaksa pendulum Tapsirun ngedrop, dari 220 volt menjadi 110 saja.

Curiga bahwa istrinya sudah punya pendamping baru, Tapsirun mengadakan penyelidikan. Hasilnya sangat nyata, karena diketahui Nasih mengontrak di Margorejo bersama sang kontraktor. Tentu saja Tapsirun tidak terima. Dia segera mengajak Pak Kades dan polisi untuk menggerebek pasangan mesum itu. Benar saja, Nasih dan Dasroji saat itu sedang berdua-dua dalam rumahnya. Mereka pun lalu digelandang ke Polres Lampung Timur. “Saya memang nikah siri dengan Dasroji, karena suami menelantarkan saya,” ujar Nasih seakan mencari pembenaran.

Disiri pemborong, sudah dapat berapa termin, Mbak?

This entry was posted in Kisah Cinta, Pernikahan, Perselingkuhan, Putus Cinta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s