Gara Gara Hanya Memberi Nafkah Batin Seorang Suami Dicerai Istri

SUDAH tahu ‘kan, sopir betor (becak motor) itu penghasilannya kecil, tapi kenapa mau jadi istrinya Bangun, 29. Giliran 4 hari tak diberi uang belanja, Nurwanti, 27, langsung selingkuh dengan lelaki lain. Bangun yang tak sudi rumahtangganya diobok-obok lelaki lain, segera mengadukannya ke Polres Tebingtinggi.

Laki perempuan sama saja, ketika sedang kasmaran berat suka mengesampingkan logika. Nurwanti ini contohnya. Dia sudah tahu persis bahwa Bangun hanya sopir betor, tapi kenapa mau dijadikan pacarnya? Apa karena takut dicap cewek matrialis? Atau karena sebuah optimisme. Maksudnya, boleh saja sekarang tukang betor, siapa tahu lima tahun mendatang jadi pengusaha, atau bahkan jadi anggota dewan.

Tapi rupanya Bangun memang lelaki bernasib jeblok. Awal berumahtangga dengan Nurwanti pekerjaannya jadi sopir betor. Tapi lima tahun ke depannya, tetap saja sopir betor. Padahal kini sudah ada anak yang harus diberi makan. Maka tak mengherankan, penghasilan Bangun kedodoran untuk menutup biaya sehari-hari. Besar pasak dari tiang, kata sebuah pepatah.

Sudah beberapa hari ini dia tak mampu memberikan uang belanja buat istrinuya. Untung masih numpang mertua, sehingga ada bantuan subsidi. Tapi lama-lama nyeponsori keluarga putrinya, mertua tak tahan juga. Akibatnya ketika tahu Bangun sudah 4 hari tak memberi belanja, mertua berwacana posisi Bangun sebagai kepala rumah tangga hendak direshusfle. Menganalogkan mentri-mentri Pak SBY, rapot Bangun sebagai menantu memang kebakaran.

Maka ketika Bangun pergi narik betor, diaam-diam sang mertua menggiring seorang lelaki masuk ke dalam rumahnya. Dipersilakan dia pacaran dengan Nurwanti. Karena istri Bangun ini juga lumayan cantik, lelaki bernama Edy ini langsung saja nyosor. Begitulah kemudian yang terjadi. Bangun di luaran narik betor, di rumah istrinya malah ditarik ke dalam kamar oleh lelaki lain.

Awalnya Bangun tidak tahu perselingkuhan istrinya ini. Dia baru ngeh ketika diusir oleh mertuanya. Katanya, sekarang sudah ada lelaki lain yang siap menjadi suami baru Nurwanti. Karenanya dengan hormat diminta Bangun meninggalkan rumah dan jangan kembali lagi. Sejak itu sopir betor terampas dan terhempas dari istri yang sangat dicintainya.

Bangun lalu mencari informasi, benarkah pernyataan mertuanya itu. Ternyata benar, selama dia narik betor, lelaki bernama Edy ini sering mampir ke rumahnya di Lingkungan V Kelurahan Sri Padang, Tebingtinggi. Kata si pemberi info, Edy tak hanya memberikan jaminan materil, tapi juga onderdil. Makin hancur dan nelangsalah hati Bangun.

Dia memprotes mertuanya, karena bagaimana pun juga Nurwanti masih istrinya. Tapi sang mertua tak gentar, bahkan mendesak segera diurus perceraiannya. Tak mau kehilangan istri dan anak, Bangun lalu mengadu ke Polres Tebingtinggi, mengadukan Edy yang telah menzinai istrinya.

Makanya, istri jangan hanya diberi nafkah batin

This entry was posted in KDRT, Konyol dan Lucu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s