Memburu dan Mencari Sang Pencuri Anak Perawan

Ini bukan judul buku sastra karya Suman Hs yang diterbitkan Balai Pustaka (1932), tapi kelakuan Jonsir, 60, warga Medan. Selama 10 tahun dia melarikan gadis Yusnita, 25. Keluarga sigadis setengah mati mencarinya bertahun-tahun, baru kemarin dulu Jonsir ditangkap sedang jualan obat di Polonia.

Mencintai makhluk lawan jenis, memang sudah menjadi hak semua anak bangsa. Tapi meski hak, harusnya yang masuklah di otak. Masak lelaki usia 50 tahun macam Jonsir, naksir gadis ABG usia 15 tahun. Ini sama saja kan mengawini gadis sepantar anaknya. Apa tega juga menyantapnya? Tapi begitulah jikalau kakek sedang kebelet kawin, gadis ingusan pun diuber-uber bak jago mengejar babon (induk ayam).

Sepuluh tahun lalu, dalam usia 50 tahun yang demikian enerjik, Jonsir harus menyandang status duda karena ditinggalkan istri. Mati pergi ke alam baka, atau bercerai, tidaklah jelas. Yang pasti, lama tanpa istri menjadikan Jonsir demikian tersiksa sepanjang hari. Bayangkan, biasanya ketika kedinginan di tengah malam, selelau tersedia selimut hidup. Tapi kini, hanya cukup mendekap guling dan bantal yang tiada makna.

Warga Belawan ini mencari solusi dengan mencari istri pengganti. Didekatinya gadis Merlina, putri Maruli, warga Cinta Karya, Polonia. Tapi gadis usia 20-an tahun tersebut menolak. Di samping usia sangat terpaut jauh, duda kebelet kawin ini tak memiliki karier dan harta yang bisa dibanggakan. Karenanya nama Jonsir langsung dicoret dari daftar pencalonan. Kakek kasmaran ini tereleminasi pada kesempatan pertama.

Bahwa hatinya sangat kecewa, itu sudahlah jelas. Tapi Jonsir bukan tipe lelaki gampang menyerah. Burung gagak bintik-bintik bulunya, ditolak kakak tok masih ada adiknya. Begitulah yang terjadi. Merlina menolak aspirasinya, si kakek gantian mendekati Yusnita yang kala itu masih duduk di bangku SMA. Sama seperti sang kakak, sang ABG juga tak sudi bersuamikan kakek-kakek.

Tapi kakek Jonsir tak mau kalah. Dalam sebuah kesempatan, Yusnita berhasil diculiknya dari sekolah dan dilarikannya. Dibawa ke mana tidaklah jelas. Yang pasti, di gadis ABG yang semula sangat antipati pada Jonsir, kini menjadi empati. Dia pada akhirnya berhasil dinikahi, dan menjadi bagian keluarga Jonsir. Tanpa terasa perkawinan paksa itu telah berjalan sepuluh tahun.

Pekerjaan sehari-hari Jonsir menjadi penjual obat di kaki lima. Dianggapnya situasi sudah aman secara mantap terkendali, belakangan dia berani berdagang obat sampai daerah Polonia tempat tinggal keluarga istri colongannya. Ini kan sama saja kutuk marani sunduk kata orang Jawa di Deli. Dan benar juga rupanya, sekali waktu keluarga Maruli melihat lelaki cecunguk itu jualan di Polonia. Segera saja polisi dihubungi dan kakek pencuri anak perawan itupun ditangkap.

Dalam pemeriksaan, sikakek yang sudah berusia 60 tahun itu mengakui segala perbuatannya. Dulu naksir kakaknya, tapi kemudian terpaksa mencuri adiknya. “Tapi mau dibilang apa, Yusnita pun kini sudah dilarikan orang entah ke mana,” kata si kakek. Benar atau bohong-bohongan, kini polisi Belawan masih melacaknya. Karena Yusnita memang tidak lagi di tangan Jonsir, polisi pun dapat tambahan pekerjaan baru untuk melacaknya.

Jonsir juga bisa dituduh menghilangkan barang bukti, loh

This entry was posted in Kisah Cinta, Konyol dan Lucu. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s