Janda Muda Nekad Mengurung Perkaja Didalam Rumah

INI lagi, seorang janda digerebek di rumahnya sendiri, gara-gara mengurung pria tetangga hingga larut malam. Yang menarik, Ny. Surtini, 41, ini bekerja di Kemenag Kabupaten Situbondo. Maka wargapun bergunjing, pegawai Kemenag kok tega-teganya bermain selingkuh. Yah, namanya juga oknum!

Siapapun memahami bahwa menjadi janda muda pasti kesepian. Sebab di kala kondisi tubuh masih fit dan enerjik, sebagai wanita normal masih membutuhkan kehangatan malam dari seorang pria. Lain soal dengan janda tua yang sudah usia 60 tahun ke atas. Soal kehangatan sudah tak memerlukan lagi, wong di rumah masih ada kompor gas 3 Kg ini. Lihat saja gerakan kepala nenek-nenek, pasti cenderung bergeleng-geleng, itu dia sudah emoh soak begituan.

Ny. Surtini warga Desa Wringin Anom Kecamatan/Kabupaten Situbondo, agaknya juga termasuk janda muda yang sedang dilanda sepi. Sebetulnya banyak juga lelaki yang mencoba mengisi kekosongan hatinya, tapi tak ada yang berkenan. Maka meski ajakan koalisi itu selalu ada, Ny. Surtini tak mau menanggapi serius.

Lalu munculah Bardian, 45, sekretaris desa di desa Wringin Anom sendiri. Dia rupanya tahu persis, seperti apa isi jeroan janda Surtini. Mengingat wajah dan bodi PNS di kalangan Kemenag ini juga masih sangat menarik, iseng-iseng dia memanfaatkan peluang itu. Siapa tahu dirinya sedang milik, sehingga Ny. Surtini mau diajak membangun koalisi. Permanen boleh, semi permanen juga tak apa. Yang penting, kerjasama nirlaba ini tetap saling menguntungkan kedua belah pihak.

Awalnya Bardian main ke rumah Surtini sekedar ngobrol-ngobrol ngalor ngidul saja. Tapi rupanya Pak Sekdes ini termasuk teman ngobrol yang mengasyikkan juga, sehingga bila Presiden Obama kunjungannya ke Indonesia dipersingkat, kunjungan Pak Sekdes justru diperpanjang. Mustinya pukul 22.00 sudah harus pulang, hingga pukul 00 pun tak menjadi soal. “Lha mbok nyare kene wae (nginap di sini saja kenapa),” kata Ny. Surtini.

Karena lampu ijo sudah demikian terang menyala, Bardian semakin rajin saja berkunjung ke rumah si janda. Bila biasanya pukul 00:00 baru pulang, kini malah hingga pukul 05.00 alias menginap di rumah janda. Pulang-pulang dengan tubuh lecek, tapi wajahnya Nampak sumringah sekali. Nggak tahu apa yang dijadikan alas an, ketika Bu Sekdes mempertanyakan kepergiannya yang semalam suntuk itu.

Warga sekitar rumah Surtini sudah barang tentu jengah dan risih dengan sikap Sekdesnya. Tapi untuk menegur langsung tidak enak, sehingga mereka hanya mengingatkan pada Surtini, untuk tidak menerima tamu hingga larut malam. Tapi rupanya teguran itu tak digubris. Buktinya, justru Bardian semakin rajin menginap. Ini kan sama saja menantang warga golek prekara (cari gara-gara).

Beberapa hari lalu, warga bersama Pak RT unjuk kekuatan. Ketika Bardian kembali menginap, keduanya langsung digerebek. Seperti biasa, mereka mengaku tidak berbuat apa-apa, kecuali sekedar menginap saja. Tapi warga mana percaya. Untuk member efek jera. Selain diberi sanksi bikin pernyataan untuk tidak berselingkuh lagi, Pak RT juga berkirim surat ke Camat Situbondo termasuk Kemenag Kabupaten. “Biar mereka dapat tindakan seperlunya,” kata Pak RT.

Nikah sajalah, biar bisa menginap 24 jam

This entry was posted in Duda dan Janda Muda. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s