Gadis Muda Ditelanjangi Sampai Dua Kali Karena Ketahuan Selingkuh

Sungguh kasihan Cicih, 22. Belum lama dia ditelanjangi Kompol Sumaji, 40, selaku selingkuhannya. Tapi setelah ketahuan, gantian dia ditelanjangi istri Kompol Sumaji. Yang pertama dilakukan dengan penuh kemesraan, yang kedua dengan penuh kebencian. Akibatnya, kasus perselingkuhan seorang Kanit reskrim ini jadi terbuka ke mana-mana.

Sepertinya, selingkuh itu sudah menjadi hak setiap anak bangsa. Siapapun orangnya, dari pejabat sampai rakyat, ketika sudah mampu ngliwet kenthel (baca: banyak rejeki) sedikit saja, mulai deh…..berulah. Bini yang menemani hidupnya dalam suka dan duka, ditinggalkan demi memuaskan nafsunya bersama wanita idalam lain. Padahal katanya, selingkuh itu hanya asyik di depannya saja. Belakangan, rasanya sama saja bahkan jadi banyak masalah.

Adalah oknum polisi berpangkat Kompol, namanya Sumaji. Istrinya yang bernama Siwanti, 35, memang berwajah pas-pasan, karena diperoleh ketika rejekinya sebagai polisi juga masih pas-pasan. Tapi kini, ketika sudah jadi Kompol dengan posisi Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri Riau, mulailah seleranya meningkat. Melihat gadis cantik yang menggamit rasa merangsang pandang, ukuran celananya langsung berubah.

Bagaimana proses Kompol Sumaji mendekati si Cicih, tak ada laporannya. Yang jelas, istrinya di rumah mencium gelagat kurang baik kelakuan suami. Paling tidak, uang belanja dapur tidak lagi diserahkan secara utuh. Ny. Siswanti pun lalu mengadakan penyelidikan secara intensif. Hasilnya seperti yang telah diduga semula, suaminya kini memang memiliki seorang WIL, yang masih sangat muda belia.

Meski bukti-bukti sudah dipegang, saat diklarifikasi sang suami masih juga mencoba berkelit. Panaslah hati Siswanti. Dia pun segera mencari WIL suami yang bernama Cicih tersebut. Untuk mencarinya tidaklah terlalu sulit, karena biodata gadis itu semua sudah berada dalam dompetnya. Pokoknya, dia ingin melihat Kompol Sumaji akan menangis seperti Gayus Tambunan, lalu kemudia mengakui: “Benar, yang selingkuh dengan Cicih itu memang saya!”

Beberapa hari lalu Cicih dibonceng kakaknya melintas di daerah Kampar Kiri. Ny. Siswanti dengan tim “buser”-nya yang berkendaraan Avanza, segera menyetop motor itu. Lalu Cicih yang diyakini jadi selingkuhan suami, segera digelandang masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, saking cemburunya Siswanti, Cicih pun dianiaya, dan ditelanjangi, dipaksa mengaku hubungan gelapnya bersama suami.

Tiba di rumahnya, Cicih yang sudah kadung babak belur dan nyaris telanjang itu dihadapkan pada suami. Celakanya, Kompol Sumaji tak bereaksi apa-apa, kecuali malah meninggalkan rumah. Repot memang; menolong dan membela Cicih bagaimana, tak menolong Cicih juga bagaimana.

Tentu saja Cicih merasa habis manis sepah dibuang. Dia merasa menderita dua kali jadinya. Derita atas perlakuan Ny. Siswanti, juga derita atas sikap Kompol Sumaji yang jadi gendakanya. Ah, betapa cepart perubahan ini. Belum lama ini dia baru saja ditelanjangi Kompol Sumaji dengan penuh kemesraan, kok kini gantian ditelanjangi istrinya dengan penuh kebencian. Maka hanya satu kata yang ada pada benak Cicih: lapor polisi.

Polres Kampar segera menindaklanjuti laporan Cicih. Meski Siswanti istri anggota sendiri, tetap akan diproses. Begitu juga Kompol Sumaji, dia harus siap diklarifiukasi tentang kebenaran perselingkuhan itu. Jika memang benar, kariernya di Polri sungguh berada di ujung tanduk.

Habis kebanyakan “nanduk” WIL, sih

This entry was posted in KDRT, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s