Kisah Cinta Segitiga Yang Berakhir Dengan Perkelahian Segitiga

Andaikan memang bukan jodoh, Slamet, 34, rela pisah dari istrinya. Tapi ini, proses cerai di Pengadilan Agama belum juga putus, kok Yayuk, 29, sudah kelonan dengan PIL-nya di rumah kontrakan. Bagaimana Slamet takkan ngamuk, melihat istrinya suka nggege mangsa (mendahului takdir) begini.

Target orang berumah tangga selalu satu, bahagia sejahtera lahir batin hingga kakek nenek. Perjalanan mahligai keluarganya selalu lancar tanpa kendala, anak-anak tumbuh besar, berhasil jadi orang, berguna bagi nusa, bangsa, agama dan mertua. Orangtua yang berhasil mencapai tahap ini pastilah akan tersenyum menyambut panggilan Sang Khalik, bila tiba saatnya. Lebih-lebih bila anaknya yang saleh selalu mendoakan untuknya.

Itu maunya semua orang, tapi pada kenyataannya tak semudah itu. Boro-boro mencapai keluarga sakinah hingga kaken ninen (kakek nenek). Seperti keluarga Slamet dari Malang (Jatim) ini, saat biduk rumahtangga sudah berhasil mencapai 12 tahun lamanya, tiba-tiba istrinya tergoda oleh lelaki lain. Yayuk tak tahan lagi membangun koalisi lebih lama bersama bapaknya anak-anak. Dia ingin pecah kongsi, karena sosok Pawito, 32, nampaknya lebih menjanjikan. Dia bisa memanjakan segala apa yang dimau.

Kalau diusut di mana sumber si benang kusut, sebetulnya terletak pada Slamet sendiri. Kenapa dia tak giat bekerja? Kenapa setelah terkena PHK dari kantornya, tak juga segera mencari sumber penghasilan baru? Dikiranya ung pesangon itu rejeki nomplok, tiap hari kerjanya hanya kongkow-kongkow, mangan turu (makan dan tidur) menghabiskan uang pesangon yang tak berapa besar. “Memangnya cari kerja itu gampang,” begitu dalih Slamet manakala ditegur istrinya.

Andaikan uang pesangon itu Rp 1 milyar sekalipun, jika tiap hari digerogoti tanpa pemasukan baru, ya ludes juga pada akhirnya. Dan ini telah terjadi pada keluarga Slamet – Yayuk dari Dampit. Ketika keuangan mulai menipis, Yayuk berteriak minta penambahan anggaran, tapi Slamet menolak dengan alasan tak ada lagi cadangan devisa. Ributlah mereka, dengan disusul istri purik (tinggalkan keluarga) ke rumah orangtua. Dua bulan berikutnya, Yayuk pun mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama.

Hal lumrah dalam sidang perceraian, majelis hakim akan selalu minta pasangan suami istri tersebut untuk kembali berdamai. Begitu pula yang terjadi pada kasus Yayuk – Slamet ini. Berkali-kali sidang keduanya diminta berpikir ulang, untuk kembali dalam biduk rumahtangganya, karena kasihan anak-anak. Slamet sih tenang-tenang saja, tapi Yayuk yang meradang, karena kesempatan membangun Golden Bridge (Jembatan Emas) bersama lelaki lain jadi tertunda.

Sikap istri Slamet ini ternyata dimanfaatkan oleh lelaki bernama Pawito, yang kebetulan bertempat tinggal dekat rumah orangtua Yayuk. Melalui kemampuan ekonominya, dia mencoba mendekati. Maklumlah, Yayuk bukanlah wanita jelek dalam penampilan. Diawali diajak makan bareng, dibelikan ini itu, akhirnya mau juga Yayuk dijak tidur bareng. Apa lagi sudah 6 bulan lebih dia tak merasakan kehangatan malam, sehingga akhirnya dia dengan mudah bertekuk lutut dan berbuka paha untuk Pawito.

Agaknya Yayuk memang wanita yang suka bertindak cag-ceg (sigap) macam janji JK bila berhasil jadi Presiden RI. Sebulan kelonan dengan Pawito, segera dilanjutkan dengan nikah siri, dan ngontrak rumah di Jl Peltu Sujono Gg Celung, Janti, Sukun. Di sanalah Yayuk – Pawito bat-bet berbagi cinta, sampai akhirnya ketahuan oleh Slamet. Tentu saja lelaki ini meradang. Kenapa belum juga cerai, kok sudah kumpul kebo dengan lelaki lain?
Yang namanya emosi, memang bikin orang lepas kontrol. Tanpa menunggu alasan mereka, Slamet langsung saja menghajar Pawito.

Tapi Yayuk yang solider, gantian melawan suaminya dengan cakar-cakar mautnya. Perkelian bertiga ini baru berakhir setelah polisi Polres Malang menggiring mereka ke kantor polisi. Kedua kubu slaing menyalahkan, sehigga akhirnya Slamet kena pasal KDRT, sedangkan Yayuk – Pawito kena pasal perselingkuhan.

This entry was posted in Kisah Cinta, Perceraian, Pernikahan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s