Dukun Cabul Yang Lemah Syahwat

Boleh juga iman Yusron, 33, sebagai lelaki. Disodori perempuan cantik tinggal “menikmati”, memilih menghindar dan lapor polisi. Akibatnya dukun Gus Rojali, 50, sebagai gurunya ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku, muridnya sengaja diminta menggauli istrinya, karena dia sendiri sudah loyo! Asmara dan wanita sering membuat lelaki jatuh kesrimpung.

Paling anyar adalah kisah Ketua KPK Antasari Azhar, yang kini diperiksa di Polda Metro Jaya. Dia jadi tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen Dirut BUMN, kabarnya karena soal perempuan. Jika kisah itu benar, Antasari Azhar bisa disejajarkan dengan Ken Arok yang tega membunuh Tunggul Ametung karena urusan perempuan Ken Dedes. Cuma Antasari tak selihai raja Singosari, sebab Sigid Cs yang dijadikan “Kebo Ijo” tak bisa dibungkam.
Yusron, lelaki dari Sumenep (Madura) ini agaknya memang mau berkaca dari sejarah. Kegemarannya nonton ketoprak, memberinya pelajaran bahwa kaum perempuan disamping bisa memberi nikmat, juga bisa bikin kiamat.
Karenanya, dia tak mau hanya karena urusan selangkangan wanita, bisa terbunuh macam Tunggul Ametung, Ken Arok, Tohjaya atau Kebo Ijo itu sendiri, lewat keris Empu Gandring. “Enaknya hanya satu menit, penderitaannya amit-amit….,” begitu kilahnya.
Adalah dukun Gus Rojali yang hampir saja menjerumuskan Yusron ke lembah kenikmatan tapi penuh penderitaan itu. Ceritanya diawali ketika si dukun sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologis istrinya, Asmonah, 40. Di samping usianya mulai menua, sebagai dukun kebatinan dia memang tidak maju lagi dalam urusan begituan. Bagi Rojali sekarang, soal manunggaling kawula gusti (menyatunya Tuhan dan umat) lebih berguna dari pada manunggaling priya wanita (bersatunya laki perempuan).
Namun Asmonah tak mau mengerti, dia terus saja menuntut yang jadi haknya. Sebab sebagai suami, kewajiban Gus Rojali tak hanya ngayani (memberi nafkah), tapi juga harus ngayeli (menyetubuhi) sebagai pemenuhan biologis. Karena istrinya terus merengek, sebetulnya dia sudah mencoba, tetapi selalu gagal dan gagal. “Saya tak mau seperti
Megawati – Wiranto, sudah pernah gagal nyapres masih mencoba lagi,” kata Rojali yang suka baca koran itu.
Gelisah dan galau selalu menyertai perasaannya, sehingga dia sampai pada idenya yang “brilliant”.  Kebetulan dia memiliki seorang murid perdukunan yang cukup memenuhi kriterianya. Kriteria Rojali memang beda dengan kriteria Cikeas. Di sini yang dibutuhkan bukan kredibilitas dan elektabelitas, tapi yang penting trengginas (lincah) dalam urusan ranjang. Dan Yusron sepertinya sangat memenuhi, karena bodinya memang perkasa, berotot. Pokoknya dijamin rosa-rosa macam Mbah Marijan dari Merapi.

Alasan yang cantik segera dibuat oleh Rojali. Untuk meningkatkan ilmu kebatinan yang sedang dituntut, Yosron anak muda dari Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep diharuskan menjalankan ritual telanjang bulat di kamar prakteknya. Tapi ternyata, ketika Yosron sudah dalam kondisi gidal-gidul (bugil), tahu-tahu si Asmonah istri
Gus Rojali masuk dalam kondisi bugil pula. Tentu saja murid “bloon” ini belingsatan. “Sebelum mendalami ilmu kebatinan, tolong “dalami” dulu istriku,” kata Gus Rojali serius.
Namun iman Yusron memang lebih kuat dari “si imin”. Takut soal wanita bisa jadi masalah di kemudian hari, dia mendingan kabur. Dengan masih kondisi telanjang dia loncat jendela dan minta pertolongan warga. Setelah mendapat pinjaman baju dan celana Yusron segera melapor ke Polsek Lenteng, dan dukun dari Desa Ellak Daya ini jadi urusan polisi.

Saat diperiksa Rojali mengaku, dia terpaksa minta muridnya menyetubuhi istrinya, karena dirinya menderita lemah syahwat

This entry was posted in Dukun Cabul, Konyol dan Lucu, Tua Tua Makin Jadi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s