Suka Sama Ibunya Yang Seksi Tapi Tidak Mau Merawat Sang Anak

Oo….., lha cah edan si Prayitno, 25, ini. Enaknya mau, anaknya ogah. Bayi tak berdosa umur sehari langsung dicekik sampai mati, hanya karena dia tak mau tanggungjawab menikahi ibunya. Keruan saja Yatini, 23, ibu si bayi terpaksa melaporkannya ke Polsek Ungaran. “Saya sudah beristri, masak harus kawin lagi,” kata Prayit enteng.

Kebanyakan lelaki memang suka bermain api. Jikalau main apinya pakai tabung gas 3 Kg mending, karena bila mana njeblug dia sendiri yang tanggung akibatnya. Tapi jika main apinya pakai tanda petik alias main-main dengan perempuan, dampaknya bisa ke mana-mana. Jika gadis itu sampai hamil misalnya, pasti menuntut tanggungjawab. Sedangkan lelaki si pemain api, di rumah juga sudah punya keluarga, dengan sendirinya istri tak rela suami membagi-bagi cintanya pada wanita lain. Ini berarti menimbulkan luka lain lagi.

Kelakuan Prayitno rupanya seperti itu. Di rumahnya, Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, dia sudah punya istri. Tapi ketika melihat cewek lebih cakep dari istrinya, pengin lagi! Padahal jika memperturutkan mata dan hawa nafsu, tak ada habisnya. Semua cewek cantik maunya akan dikawini. Sebab jika tak ada aturan hukum agama dan negara, lelaki itu sebenarnya tak ubahnya seperti ayam saja. Setiap melihat “babon” bagus, langsung dibledig (dikejar) hingga tempat sampah sekalipun. Dia baru berhenti mengejar ketika sudah berhasil menyetubuhi dan berkokok: kekuluruuukk!

Adalah Yatini, gadis tetangga desa di Kecamatan Bandungan. Bodi dan penampilannya memang mempesona, menggamit rasa merangsang pandang. Prayitno yang bakat jadi pemacek (pejantan), kali pertama melihat gadis itu, jakunnya langsung turun naik macam bandul timba. Otaknya segera saja ngeres macam pasir urug Tangerang, pengin mencicipi tubuh mulus Yatini. Tapi jika ingat kartu mati-nya (baca: sudah punya istri), dia jadi menyesal tujuh turunan. Kenapa dulu kawin buru-buru. “Ganti bini apa salahnya, Bleh. Yang susah itu kan cuma mengganti ketua umum PSSI..,” kata setan mempengaruhi.

Dengan berbagai cara Prayitno mencoba mengenali gadis itu hingga berhasil. Tentu saja untuk melancarkan jalannya proyek, dia sengaja mengaku perjaka tingting. Dalam usia 25 tahun dewasa ini, mengaku belum menikah masih sangat masuk akal. Karenanya Yatini menyambut perkenalan itu tanpa ragu, sebab tongkrongan Prayitno memang juga lumayan. Kebetulan sekali hingga saat itu dirinya juga masih dalam status ngglondhang (baca: kosong tanpa pacar).

Kenal sehari dua hari memang masih wajar-wajar saja. Tapi pada minggu kedua, Prayitno sudah berani mengajak jalan-jalan Yatini. Pada minggu ketiga,  dia mulai mendeklarasikan cintanya. Katanya sih, mau mempersunting Yatini sebagai pendamping hidupnya hingga kaken ninen (kakek nenek). “Ini bukan sekedar koalisi permanen menuju Pemilu 2014,” kata Prayitno meyakinkan. Dan ternyata, Yatini menyambut baik aspirasi urusan bawah kekasih barunya itu.

Karena target Prayitno memang hanya itutuh…., selesai deklarasi langsung disusul dengan eksekusi. Ternyata Yatini mau saja, karena ada jaminan bahwa akan segera dinikahi. Tapi ternyata janji Prayitno tak jauh dengan politisi, hanya omongan doang. Buktinya, ketika Yatini lapor bahwa dirinya hamil, lelaki ini mengaku belum siap. Karenanya usahakan saja kehamilan itu jangan sampai diketahui publik. Nanti jika lahir, siap membawa bayi itu pada buliknya di Solo yang mau mengasuh bayi tersebut.

Percaya janji Prayitno, dia mencoba menyelamatkan perutnya serapi mungkin. Dan itu ternyata berhasil, sampai bayi itu lahir keluarga Yatini tidak ada yang tahu. Sesuai janjinya tempo hari, sehari setelah persalinan Prayit membawa bayi tersebut ke Solo. Tapi itu hanya omongan doang, sebab sesampainya Pasar Bunga Ngablak, bayi tak berdosa itu dicekik dan dikubur di belakang pasar. Mengetahi kekejaman kekasihnya, Yatini terpaksa melaporkannya pada Polsek Ungaran.

Mestinya, yang dipendem Prayitno-nya saja tuh.

This entry was posted in KDRT, Kisah Cinta, Pembunuhan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s