Seorang Ibu Ditangkap Polisi Hanya Karena Datang Ke Kondangan

RASANYA sudah tak ada kebebasan di negeri ini, orang kondangan kok ditangkap polisi. Tapi eitt nanti dulu….., Ny. Mulyati, 27, ditangkap bukan tanpa masalah. Enam bulan lalu dia membunuh bayi hasil selingkuhnya, dan ketika polisi melihat buruannya sedang kondangan, ya apa boleh buat…..!

Perbuatan halal tapi sangat dibenci Allah, tak ada lain kecuali perceraian; begitu kata hadits Nabi. Maka jika tidak kepepet bin terpaksa sekali, janganlah rumahtangga itu pecah kongsi gara-gara perceraian. Sebab bila telah ada keturunan, korban paling signifikan adalah anak-anak itu sendiri. Mereka akan menjadi bingung; ikut emak berhadapan dengan ayah tiri, ikut bapak takut diintimidasi ibu tiri. Padahal kata orang, ibu tiri lebih kejam dari Ibukota.

Bagi Ny. Mulyati, bercerai dari suami bukanlah beban berat. Sebab dua anak hasil kerjasama nirlaba selama 7 tahun itu sudah diurus oleh mantan suaminya. Yang jadi beban pikiran justru kondisi dirinya sendiri. Sebab sejak pisah 2 tahun lalu, rasanya suhu udara di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro (Jatim), khususnya Desa Ngunut, kok jadi dingin sekali. Di tempat lain secara rata-rata berkisar 37 drajat, tapi di bilik rumahnya mencapai 5 drajat di bawah nol.

Sejak prei dari sentuhan dan rabaan lelaki, janda muda ini jadi sering ngulat-ngulet macam cacing kepanasan. Dia sangat mendambakan kehangatan dan keperkasaan kaum Adam, tapi belum juga ketemu yang cocok.  Banyak memang yang naksir dirinya, tapi jarang yang serius. Ada lelaki nampaknya seperti yhak-yhak-o, tapi teryata hanya wacana. Saat janjian jalan-jalan misalnya, dia sudah memastikan hari dan waktunya, tapi ternyata tidak datang. “Baru jadi pacar saja mbolosan, apa lagi jadi anggota DPR…,” keluh Mulyati.

Lalu kemudian muncul sosok lelaki yang nampaknya gantleman (jantan), namanya Sawito, 35. Dia nampak seperti selera dan idolanya, buktinya baru ketemu dan belum diapa-apain, sudah serrrrrr…… Inikah yang namanya cinta? Boleh jadi. Maka meski sudah tahu bahwa lelaki ini telah punya anak dan istri, pacaran jalan terus. Dengan piawai dan lincahnya Sawito mengatur waktu untuk selalu bisa bertemu dengan si janda muda nan seksi dan lumayan ayu itu.

Namanya juga pacaran era gombalisasi, jika sekedar jalan berdua dan berpegangan tangan, rasanya tidaklah afdhol begitu. Perbuatan yang dilarang agama, karena mereka belum disahkan dalam perkawinan, dilakukan juga. Di saat tertentu, Mulyati pun disetubuhi bak istri sendiri. Karena janda ini juga sudah terlalu lama kesepian, maka ajakan gila itu selalu dilayani. Bahkan bukan sekali dua, Mulyati yang ambil prakarsa hingga gemak lonteng-lonteng alias krasa penak ndengkeng-ndengkeng (menggeliat keenakan).

Makan sate kambing bisa stroke, “dimakan” suami orang juga bisa hamil. Ini pula yang terjadi atas perselingkuhan Mulyati – Sawito. Ketika perutnya mulai mengembang secara pelan tapi pasti, Mulyati pun diungsikan ke daerah Sumberejo hingga melahirkan. Tapi karena Sawito tetap tak mau bertanggungjawab, bayi tanpa dosa itu dicekik hingga tewas atas dukungan politik Sawito sendiri. Usai membuang bayinya, dia kembali ke kampung halaman. “Sluman slumun slamet,” kata Mulyati.

Beberapa hari lalu dia kondangan ke rumah bekas suami, karena sedang mengkhitankan anak pertama hasil perkawinan mereka. Nah, saat sedang nyokot lemper isi srundeng di tempat hajatan tersebut, tahu-tahu Mulyati ditangkap polisi. Dia digelandang ke Polsek Dander untuk mempertanggungjawabkan aksi sadisnya beberapa bulan lalu. Mulyati tak bisa berkutik, meski dia juga tak bisa menyebutkan di mana Sawito kini berada. Yang bikin janda gatel ini terheran-heran, kok polisi masih ingat saja kasusnya.

Ya ingat terus, wong rajin minum Cerebrovit

This entry was posted in Pembunuhan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s