Kepala Dusun Tega Menyelingkuhi Teman Sendiri

Jangan menikam kawan seiring, begitu kata pepatah lama. Kasun Murjito, 43, rupanya tak peduli akan pesan moral dari pepatah itu. Ketika melihat istri teman sesama kasun begitu mulus bebas dempul, Ny. Siwi, 35, kontan diselingkuhi dan ditumpaki. Nah, saat skandal terbongkar, dua kubu antar dusun nyaris berantem.

Dengan dalih apapun, selingkuh jelas dilarang agama dan negara. Tapi jika “kepepet” mengikuti jejak setan, janganlah bini teman sesama Kasun (kepala dusun) “ditelateni” juga. Karena ini akan menggores luka berbagai pihak, baik itu bagi pasangan masing-masing, maupun warga yang menjadi wilayah kekuasannya. Pada gilirannya nanti, hanya gara-gara “sawah” sepetak yang tak seberapa luas, bakal kehilangan sawah bengkok berbau-bau gara-gara dicopot dari posisinya.

Saat melangkah ke medan selingkuh, agaknya Murjito tak pernah berfikir sampai ke sana. Yang dia ingat hanya satu, bahwa istri Kasun Bardino, 40, sungguh menggamit rasa merangsang pandang. Bodinya seksi, wajahnya ayu, pendek kata Siwi enak dipacari dan perlu. Apa lagi sononya sepertinya memberi angin, jadi akhirnya ya seperti kereta api sudah dapat sinyal dari kepala stasiun, langsung saja wush……masuk sepur satu!

Murjito dan Bardino memang sama-sama menjadi Kasun di Desa Kasreman Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi (Jatim). Murjito jadi Kasun Karangrejo, dan Bardino jadi Kasun Kesreman. Karena berkaitan dengan jabatann suami, istri keduanya sering pula ikut terlibat dalam kegiatan di balai desa. Nah, di sinilah titik pangkal masalah dimulai, sehingga akhirnya berujung pada pangkal paha Ny. Siwi istri Kasun Bardino. Ironisnya, warga pun nyaris ikut pengkal-pengkalan (baca: saling pukul) gara-gara ulah pemimpin dusunnya yang celamitan.

Mungkin Ny. Siwi ini termasuk wanita yang biasa disebut kendho tapihe (tidak setia pada suami). Tahu Kasun Murjito suka mencuri-curi pandang padanya dalam berbagai kesempatan, dia malah sengaja pasang aksi agar Kasun Karangrejo makin mbanyaki. Padahal mustinya, tidak meladeni ajakan gila itu atau menegur jika Pak Kasun mulai intervensi. Dan memang itulah yang terjadi, gara-gara Ny. Siwi selalu mancing-mancing, Murjito pun jadi lupa anak bini dan kedudukannya.

Secara jujur harus diakui, tampang Kasun Murjito memang lumayan ganteng. Ini sangat jauh beda dengan suami Siwi yang pas-pasan saja. Sebagai wanita normal, bagaimana Bu Kasun Kasreman tidak serr-serrran dapat tatapan istimewa dari Murjito yang gantengnya kaya Omar Dhani KSAU jaman Bung Karno dulu. Maka ajakan memangun “koalisi” itu pun diam-diam ditanggapi. Ketika keduanya sudah mulai akrab, akhirnya Siwi – Murjito segera mengadakan “eksekusi”.

Di mana eksekusi-eksekusi itu berlangsung, tak pernah diketahui pasti. Yang jelas, sekali waktu warga memergoki Kasun Murjito sedang menyetubuhi istri Kasun Bardino di suatu tempat. Gegerlah warga Desa Kasreman. Karena ini menyangkut jabatan Kasun, otomatis gaungnya berimbas ke mana-mana. Warga dusun Kasreman marah, karena istri Kasunnya diselingkuhi pihak lain. Sebaliknya warga Karangrejo juga marah, karena Kasun Murjito mencemarkan nama baik dusun berikut jajarannya.

Bak partai mau Pemilu saja, kedua kubu Dusun Karangrejo – Kasreman jadi bersitegang. Untuk menghindari hil-hil yang mustahal, dua kelompok warga itu didamaikan di kantor desa. Bardino selaku pihak yang dirugikan, mendesak agar Kasun Murjito dipecat. “Saya tak bisa memaafkan Murjito sampai kapanpun…,” kata Bardino lantang. Nah, kata-kata “tak bisa memaafkan sampai kapanpun” inilah yang memicu kubu Murjito jadi emosi. Hampir saja warga main kaplok pada Kasun Bardino.

Tentu saja warga Kasreman tak rela Kasunnya mau dikaplok, memangnya jaman Jepang, apa? Dua kubu warga itu hampir saja berantem, sehingga polisi pun ambil alih masalah. Perundingan dilanjutkan di kantor polisi, untuk menanda-tangani nota kesepakatan damai. “Kesepakatan itu tentunya tidak akan berat sebelah,” kata Pak Kades.

Yang tahu persis berat mana, kan cuma Ny. Siwi seorang

This entry was posted in Pagar Makan Tanaman, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s