Istri Pamit Jadi TKW Di Arab Hanya Kedok Buat Selingkuh Di Kota Lain

Awalnya Parto, 63, percaya bahwa istrinya  pergi jadi TKW ke Brunei, dalam rangka menegakkan kendil (periuk nasi). Ternyata, Rokimah, 31, malah sibuk urusan “penegakan burung” bersama PIL-nya di Jogoroto, Jombang (Jatim). Parto pun lapor polisi. “Jadi TKW ternyata hanya dijadikan kedok selingkuhnya, Pak,” katanya pada polisi.

Praktisi selingkuh memang harus kreatip, baik itu lelaki maupun perempuan. Ide-ide baru harus digali, agar praktek asmara bawah tanah itu berjalan mulus, tanpa diketahui oleh pasangan resmi masing-masing. Salah satu contohnya Ny. Rokimah dari Desa Mojongapit Kecamatan Jombang ini. Agar suaminya memberi kepercayaan seluas-luasnya untuk “debut”-nya belakangan ini, dengan entengnya dia mengaku mau jadi TKW ke Brunei Darusalam demi membantu ekonomi keluarga. Padahal…….

Degan didekek longan, wong legan golek momongan (baca: cari penyakit), begitu perumpamaan paling pas bagi kakek bernama Parto ini. Usia sudah mulai udzur, masih juga memikirkan wedokan (perempuan). Padahal mustinya dalam usia seperti itu dia makin rajin manembah gusti atau mendekatkan diri pada Illahi. Yang terjadi malah sebaliknya. Ketika istrinya meninggal setahun lalu, langsung dia sibuk berburu istri pengganti. Asal ada perempuan “nganggur”, baik itu perawan maupun janda, lalu dilobi untuk jadi istrinya.

Setelah berburu sekian lama, dapatlah perawan tua Rokimah yang siap mamah dan mlumah demi Mbah Parto. Mereka pun lalu menikah resmi di KUA Jombang. Tapi sayang, “kebahagiaan” itu hanya berlangsung beberapa bulan bagi Rokimah. Mbah Parto yang tongkrongannya nampak masih oke, ternyata “tangkringan”-nya mengecewakan sekali. Sebagai pengantin baru mustinya “serangan umum” sambung menyambung dan tanpa henti, baru sebulan Mbah Parto sudah mletho (tak sesuai harapan). Setiap istri mengajak “serangan umum” sebagaimana harusnya, jawab Mbah Parto ogah-ogahan. “Sudah penyerahan kedaulatan, tak boleh ada tembak menembak lagi,” katanya sok tentara gerilya jaman revolusi pisik saja.

Sebagai perempuan muda yang masih muda dan enerjik, sudah barang tentu Rokimah tak bisa nrima ing pandum (terima nasib). Diam-diam dia mulai tebar pesona, untuk memperluas cakrawala dan wawasan. Sampailah kemudian kenal dengan duda Karyadi, 40, yang jauh lebih enerjik dari suami sendiri yang memang kelewat tua. Tapi sebagai wanita terikat perkawinan, tentu saja gerak Rokimah tak bisa bebas dan leluasa. Untuk memperlancar debut selingkuhnya, ide-ide baru harus selalu digali dan diaktualisasi.

Ide “briliant” itu pun muncul, untuk menegakkan kendil di rumah, Rokimah minta izin suami mau jadi TKW ke Brunei Darusalam. Dengan alasan perizinan semua sudah kelar, Mbah Parto pun lalu mengantarkan istrinya ke agen penampungan TKW. Sebelum pulang, tanpa henti si kakek menasihati istri panjang lebar, agar di negeri jiran Rokimah bisa menjaga diri dan menjaga citra bangsa. “Kamu kerja yang bener, jangan suka mbolos macam anggota DPR kita….,” kata Mbah Parto.

Namanya juga jadi TKW rekayasa, setelah Parto pergi si Rokimah langsung menyelinap dan kencan bersama Karyadi gendakannya. Rokimah – Karyadi lalu hidup kumpul kebo di Desa Tambar Kecamatan Jogoroto. Ternyata Karyadi memang bisa menjawab tantangan. Dia bisa meladeni gairah Rokimah yang memang menggebu-gebu. Pendek kata, istri Parto ini sengaja dibikin kodok kalung kupat, awak boyok sing ra kuwat (baca: dibuat termehek-mehek).

Parto yang percaya istrinya sudah jadi TKW di Brunei, kemudian dapat info bahwa istrinya tak jadi TKW melainkan kumpul kebo dengan lelaki lain di Moroto, bahkan kini sudah hamil. Pantesan, katanya jadi TKW kok tak pernah kirim uang; katanya mau menegakkan kendil, kok malah menegakkan burung lelaki lain. Mbah Parto pun lalu mengadakan penyelidikan. Setelah terbukti benar, dia segera lapor ke Polres Jombang. “Akan saya tuntut mereka, karena telah membohongiku,” kata Mbah Parto berapi-api.

Api yang mana, “daden geni”  saja sudah nggak bisa

This entry was posted in Kisah TKW, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s