Duda dan Janda Muda Digebrek Warga Sedang Berduaan Dikamar

Sebagai warga bermartabat, jelas tak mau melihat orang makan “martabak” orang lain. Karenanya, ketika Maktal, 35, berulangkali ngamar di rumah Ngatijah, 36, perempuan yang  “semi janda”, langsung digerebeknya. Tapi karena takut dikeroyok massa, duda celamitan itu bertahan dalam “bunker”.

Menyandang status janda atau duda dalam usia muda, memang sangat menyiksa diri. Apa lagi kaum lelaki, rasanya langsung seperti tinggal di Eropa (baca: kedinginan) gara-gara tanpa istri di sampingnya. Maka banyak terjadi, saat tanah di makam istrinya masih berwarna merah, seorang duda sudah klipikan (mbanyaki) mencari istri pengganti, untuk mitra tanding di malam hari. Soalnya benar kata penyanyi Waldjinah dari Solo: aja ngenyek karo wong wedok, ditinggal lunga setengah mati (jangan menghina wanita, ditinggal pergi kelabakan).

Maktal, lelaki muda dari Playen, Kabupaten Gunung Kidul (DIY) termasuk yang demikian. Ketika istrinya meninggal beberapa bulan lalu, dia jadi gelisah dan tak betah di rumah. Maklum, biasanya semua sudah tersedia di rumah, dari soal urusan perut hingga yang di bawah perut, kini jadi hilang semuanya. Soal urusan perut memang masih bisa diatasi di warung gudeg atau soto Kadipiro, tapi yang di bawah perut? Inilah problem yang sangat krusial, yang menurut Maktal harus harus dibereskan lewat wanita sintal nan kenyal!

Sebulan setelah istri meninggal, Maktal lalu tebar pesona macam anggota DPR menjelang pemilu legislatif. Dia mencoba berburu dan mendekati sejumlah wanita yang sesuai seleranya. Prawan becik, randha ya apik (perawan atau janda tak masalah), begitu tekadnya. Tapi fakta di lapangan menunjukkan, tak satupun janda dan perawan yang mau jadi tempat persinggahan hati si duda kasmaran bin kelimpungan ini. Soalnya ya itu tadi, di samping wajahnya sangat standar, belum pakai AC dan power stering, kondisi ekonomi Maktal juga sangat biasa kalau tak mau disebut pas-pasan.

Untungnya tak semua wanita berprinsip witing tresna merga atusan lima (baca: matrialistis), sehingga lama-lama ada yang nyangkut juga. Dia adalah wanita “semi janda” dari Desa Trimulyo Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Disebut semi janda, karena Ngatijah belum resmi cerai dari suaminya, kecuali baru pisah rumah. “Tapi kalau sudah surat talak keluar, aku siap masuk dalam “rumah aspirasi”-mu kok Mas,” kata Ngatijah memberikan garansi.

Legalah Maktal, karena masih ada juga perempuan yang siap masuk “rumah aspirasi”-nya, meski tak sampai bernilai Rp 122 miliar sebagaimana tuntutan DPR. Begitu dapat lampu hijau, duda kasmaran itu pun rajin berkunjung ke rumah Ngatijah, sampai halaman rumah perempuan itu jeblog (becek) rasanya, karena terlalu sering dilewati Maktal. Di situlah mereka berhaha-hihi dari waktu ke waktu, untuk lebih memantapkan jaringan cinta kasih mereka.

Namanya “kucing” yang tiap hari disuguhi dendeng gurih, lama-lama tak tahan juga jika tidak ngambus (mencicipi). Karenanya, ketika situasinya sudah demikian kondusif, Maktal pun nekad “menikmati” apa yang belum jadi haknya. Ngatijah sih melayani saja, karena dia sendiri juga sangat kesepian sejak suaminya tak pernah memberinya kehangatan malam. Dan sejak itu, Maktal jadi semakin rajin berkunjung, hingga larut malam bahkan. Prinsipnya: kicak jenang jahe, krasa penak meneng wae!

Perilaku Maktal jelas sangat meresahkan warga Desa Trimulyo. Sudah pernah ditegur secara lisan, tapi tak digubris. Warga yang masih punya martabat, jelas tak rela menyaksikan lelaki lain menikmati “martabak” rasa kacang yang bukan miliknya. Beberapa malam lalu pasangan mesum Ngatijah – Maktal digerebek. Tapi bak tikus ditunggu anjing di mulut lobang, lelaki itu tak mau keluar dari bungkernya. Baru setelah polisi menjamin keamanannya, Maktal keluar dan siap diproses di Polsek Jetis. “Saya siap bertanggungjawab sampai di depan penghulu,” katanya mantap.

Enaknya! Kalau cuma gitu, yang nulis juga mau!

This entry was posted in Duda dan Janda Muda, Kisah Cinta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s