Gagal Menikah Karena Suka Menghamili Wanita Lain

SEDIANYA habis Lebaran 1431 H ini Marjio, 28, akan menikah dengan Gati, 22, gadis pujaannya. Tapi gara-gara dilabrak dan dikepruk batu oleh wanita lain yang dihamilinya, rencana nikah itu mungkin ditinjau kembali. Mana ada sih, mertua yang sudi punya mantu petualang cinta, tembak sana tembak sini macam koboi Amerika?.

Ada yang bilang, dalam urusan cinta baik cowok maupun cewek harus punya ban cadangan macam mobil. Maksudnya, bila gagal dengan yang satu, masih ada yang lain lagi, sehingga hati ini tak perlu frustrasi gara-gara broken heart. Tapi masalahnya, apakah sudi pihak cewek/cowok bila tahu dirinya hanya dijadikan cadangan? “Ya disimpan baik-baik dong “ban cadangan” itu, jangan dipamer-pamerkan macam jip Wilys….,” kata sang pemberi nasihat.

Nah, Marjio termasuk pemegang teguh “ilmu jip Wilys” tersebut. Di daerahnya, Desa Waleran Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban (Jatim), dia sebenarnya sudah memisiki kekasih, Praptini, 26. Meski berstatus janda, tapi bodi, penampilan dan pengalaman, serba tidak mengecewakan. Untuk cowok kelasnya Marjio, sudah kelewat baguslah punya kekasih sebagaimana Praptini tersebut. Soalnya, dia termasuk perempuan nrimo ing pandum (baca: tak banyak menuntut). Kata orang-orang tua, janda ini termasuk wanita yang siap dijak mlarat (diajak prihatin).

Tapi sebagai pria penganut “ilmu mobil Wilys”, Marjio tak mau terpaku pada satu obyek semata. Karena itulah, meski sudah memiliki cewek definitip, diam-diam dia main mata pula dengan gadis Rohyati, 23, warga Desa Gesikan, masih kecamatan yang sama. Namanya juga gadis lebih muda, tentu saja lebih renyah dan menjanjikan sejuta gairah. Soal “pengalaman” memang Rohyati kalah jauh dari Praptini, tapi berkat bimbingan dan arahan Marjio selama ini, keduanya bisa memperoleh nilai sama dalam hal standar mutu.

Enak betul memang punya dua cewek sekaligus. Bila sedang suntuk pada gadis A, Marjio bisa curhat pada gadis B dengan segala “aktivitas”-nya, begitu pula sebaliknya. Tapi kenapa musti pakai tanda petik segala? Alaaaa, cowok masa kini mana mau pacaran model angkatan komponis Ismail Marzuki. Cowok-cewek taun 1940-1950-an, mimpi mencium mesra ujung jari tadi malam saja sudah merasa berdosa (lagu Aryati – Red). Remaja angkatan sekarang, hingga tingkat bergaul bak suami istri, dianggap biasa saja.

Ini pula lakon yang dijalani Murjio. Bak koboi dari Texas Amerika, dia suka main tembak sana tembak sini. Ketemu Praptini, dorrrrr, klepeg, klepeg. Lain hari ketemu Rohyati juga: dorrrr, dorrrr, klepeg! Cuma Rohyati rupanya lebih pinter. Setelah sekian kali ditembak pakai senjata laras pendek non organik, dia minta ketegasan Murjio untuk segera menikahi. Jadilah keluarga si cowok kirim utusan, melamar Rohyati gadis kembang desa Gesikan. Maka hari perkawinan pun ditentukan nanti bulan Sawal selepas musim panen!

Paling sial adalah Praptini. Sementara “tembakan” Marjio di Gesikan aman-aman saja, tapi tembakan dia di Waleran langsung menyebabkan kehamilan. Seperti lazimnya, Praptini pun segera minta tanggungjawab kekasihnya untuk menikahi. Tapi ternyata setiap dicari di rumahnya Desa Tlogonongko Kecamatan Semanding, Marjio malah ngilang-ngilang melulu. Hati Praptini makin sakit ketika mendengar khabar bahwa kekasihnya hendak menikah dengan gadis lain. “Kurang ajar, njaluk diasab watu wong iki (minta dikemplang pakai batu ini orang),” gumam Praptini.

Ternyata itu bukan sekedar gertak sambal. Beberapa hari lalu dia segera menyusul Marjio di rumah kekasih barunya. Nah, si “koboi” tengik yang sedang santai rebahan menunggu bedug magrib itu langsung dikepruk mukanya pakai batu kali sebesar dua genggaman tangan. Kontan hidungnya bengkok dan jidatnya berdarah. Sementara Marjio dilarikan ke rumahsakit, Praptini kini ditahan di Polres Tuban. Gara-gara kasus koboi suka main tembak ini, ada kemungkinan perkawinan Marjio dibatalkan.

This entry was posted in Pernikahan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s