Dituduh Memperkosa Eh Ternyata Hanya Darah Mens

Kini jamannya serba latah. Dengar ada anggota paskibraka dicabuli, gadis mens kali pertama pun dianggap korban pencabulan. Yang kasihan tentu saja Ripto, 28. Gara-gara mengajak nonton teve di rumahnya, dia dianggap mencabuli Ninik, 12, yang putri seorang tokoh masarakat. Untung saja polisi berpikir jernih.

Belakangan ini orang gampang dimakan isyu. Ada kabar sas-sus penculikan anak, sejumlah orang tewas dibantai di berbagai tempat. Menyusul kabar anggota Paskibraka yang dicabuli pelatihnya, isyu pencabulan menyebabkan seorang pemuda di Situbondo (Jatim) terbunuh karakternya. Ke mana-mana dia diledek anak-anak sebagai penjahat kelamin dengan sasaran bocah. “Mending Syeh Puji, biar sasarannya anak-anak, tapi kan dikawin resmi,” kata si tukang ngeledek, entah siapa yang mengajarinya.

Adalah Ninik, gadis ABG yang kebetulan putra Pak Ridwan, 48, tokoh masyarakat Desa Jatibanteng Kecamatan Situbondo Kota, Situbondo. Meski belum bisa disebut pacaran, dia bergaul cukup akrab dengan Ripto, anak muda tetangga sendiri. Termasuk suka main ke rumah pemuda tersebut. Nah, beberapa hari lalu sepulang nonton teve di rumah Ripto, kemudian terdapat bercak-bercak merah dari celana dalamnya. Orangtuanya ikut terkaget-kaget dibuatnya.

Para tetangga yang menyaksikan hal itu, entah siapa yang mulai, tiba-tiba saja berhembus isyu dari mulut ke mulut bahwa gadis Ninik sudah menjadi korban pencabulan Ripto. Namanya juga isyu, maka berlakulah ungkapan Jawa: sudaning kiriman undhaking pawarta. Maksudnya adalah, jika kiriman barang atau uang cenderung akan berkurang, tapi jika berita yang beredar bisa bertambah-tambah tanpa ketahuan juntrungnya.

Memang begitulah yang terjadi atas kasus celdam Ninik yang terdapat bercak merah itu. Kata berita ngelantur itu, Ripto telah mencabuli Ninik ketika diajak nonton gambar porno lewat HP, di rumahnya. Kata berita itu selanjutnya, awalnya Ninik tidak mau, tapi lama-lama terangsang juga sehingga akhirnya dia diobok-obok pada alat vitalnya. “Betul, kamu dicabuli Ripto? Kalau iya, biar anaknya tak gecek-geceke ana kene, (kuhancurkan di sini), keparat…..” kata ayah Ninik bak Baladewa wayang kulit.

Ninik menggeleng. Tapi melihat celdam putrinya yang terus berdarah-darah, orangtua menganggap bocah itu sengaja tak mau mengaku. Ripto pun lalu dipanggil, diklarifikasi. Sudah barang tentu dia menolak tuduhan keji itu. Serakus-rakusnya orang jadi penjahat kelamin, kalau memang iya, tak mungkin cari korban masih ingusan begitu. “Kalau saya mau begitu pak, masih banyak janda yang perlu dileloni…,” kata Ripto seakan memplesetkan kalimat klasik Zainudin MZ.

Untuk membongkar mulut Ripto, Pak Ridwan lalu menyerahkan soal ini ke polisi. Polisi pun lalu minta tolong dokter ahli kebidanan. Hasilnya, selaput dara Ninik masih utuh buntelan plastik, dan bercak merah di celdamnya tersebut tak lain darah menstruasi dini. Ketika HP Ripto disita dan diperiksa, juga tak ditemukan gambar-gambar cabul ala Luna Maya – Ariel. Karenanya berdasarkan fakta-fakta itulah, polisi Polres
Situbondo tak ada alasan untuk menahan Ripto sebagai penjahat kelamin. Tapi rupanya masyarakat belum percaya juga, dan tetap menganggap pemuda tetangga itu sebagai penjahat kelamin. “Ini yang ngomong spesialis kandungan, masak kami tak percaya,” kata polisi.

Percaya menstruasi dini, apa percaya pada Mbak Dini?

This entry was posted in Pemerkosaan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s