Suami Menasehati Istri Agar Jangan Selingkuh Eh Malah Dipukuli Hingga Babak Belur

KETIKA COBA CEGAH KEMUNKARAN – Mencegah kemungkaran dengan kata-kata, ternyata beresiko juga. Lihat nasib Wawan, 40, dari Bantul (DIY) ini. Tahu istrinya diselingkuhi, dia hanya melaporkan skandal itu pada istri si tukang selingkuh. Eh, ternyata berakibat fatal. Dakim, 38, yang merasa skandalnya dibongkar, ngamuk dan menghajar Wawan.

Di era gombalisasi ini, yang namanya tindak kemunkaran dan kebatilan selalu bersliweran. Yang di kantor-kantor dinas, mencoba korupsi aset negara. Yang di jalan-jalan, banyak yang mencari rejeki dengan cara menodong atau menjambret. Mampukah Anda mencegahnya? Hadits Nabi mengatakan: bila melihat kemunkaran, cegahlah dengan tanganmu. Bila tak mampu, dengan mulutmu. Bila tak mampu juga, cegahlah dengan hatimu, meski itu selemah-lemah iman.

Wawan warga Trirenggo Bantul, tanpa sengaja melihat kemunkaran itu di depan matanya. Celakanya, hal ini justru menyangkut keluarganya sendiri. Dia melihat istrinya diselingkuhi oleh seseorang. Pelakunya adalah Dakim, kenalannya sendiri. Edan memang. Lihat istri teman melek sedikit saja, langsung ditelateni. “Wong wis duwe dhewe kok ngrusuhi duweke liyan (sudah punya sendiri kok masih mengganggu punya orang),” gerutu Wawan.

Ya, Wawan bisanya memang menggerutu. Mestinya dia marah, karena istri yang sangat dicintai, ternyata digauli lelaki lain. Tapi apa mau dikata? Untuk berhadapan secara pisik, bukanlah tandingannya. Wawan orangnya kecil dan kurus. Sedangkan Dakim, tinggi besar. Pendek kata, tongkrongannya bolehlah. Bahkan kata sejumlah perempuan yang pernah diganggu Dakim, “tangkringan” lelaki ini juga mak nyusss tenan.

Memang, Dakim selama ini dikenal sebagai pria hidung belang, kerjanya mengganggu bini orang. Ironisnya, yang diganggu dia kebanyakan mau saja. Termasuk Nunuk, 33, bini Wawan. Enak bagi si istri, sangat menyesakkan bagi suami. Tapi bagaimana harus bertindak? Masak pembiaran aksi mesum itu terus berlangsung dari tahun ke tahun. “Kalau tak mampu mencegah kemunkaran dengan tanganmu, cegahlan dengan mulutmu,” kata hati nurani membisikkan.

Mencegah kemunkaran dengan mulut, itu artinya dia harus ngomong baik-baik pada Dakim. Tapi mana bisa? Lelaki potongan model Lamdahur begitu, dinasihati soal kebaikan dan kebajikan, tak mempan lagi. Salah-salah malah Wawan yang jadi sasaran amuk. Tahu-tahu tubuhnya yang kerempeng macam triplek itu ditelikung, lalu dibanting dan diinjak sampai mecedel (keluar usus). Malah repot kan?

Wawan lalu ingat cara yang lebih sopan dan elegan. Diam-diam dia mendatangi istri Dakim, dan berceritalah tentang kelakuan suaminya, bla bla bla……! Sepeninggal tamunya, istri Dakim pun mengomeli habis-habisan suaminya. Sadarkah lelaki pecundang ini? Justru marah besar. Bukan marah pada istri, tapi pada Wawan. Katanya, suami Nunuk ini sok moralis. “Ini sama saja pembunuhan karakter,” kata Dakim, meski karakternya memang layak dibunuh.

Kejadian selanjutnya sungguh tragis. Wawan yang sedang melamun karena istri digendak orang, tahu-tahu ada dua tamu tak diundang. Tanpa ba bi bu lagi segera saja menggebuki Wawan hingga termehek-mehek. Ketika lapor ke Polres Bantul, Wawan meyakini bahwa ini ada kaitannya dengan laporan sebelumnya. “Ini mesti suruhan Dakim,” kata Wawan yakin, sambil mengusap-usap wajahnya yang simpang siur.

Kasihan, Dakim yang syurrr, Wawan yang babak belur

About these ads
This entry was posted in Perkelahian, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s