2 Tahun Ditinggal Suami Bekerja Di Brunai, Istri Selingkuh Sama Brondong

Kasiyun, 42, sungguh marah. Baru 2 tahun ditinggal jadi tenaga kerja keluar negri (TKI), istrinya malah cari “tenaga kuda” lelaki lain. Begitu kalapnya dia, mestinya pulang dari Brunai hari-hari jadi penuh kemesraan, malah jadi ajang pembantaian. Ny. Yuyun, 37, istrinya tewas dibekap bantal!

Capek deh diomongkan; dari dulu yang namanya TKI/TKW itu banyak manfaat tapi juga sarat mudlarat. Dianggap bermanfaat, karena mensejahterakan keluarga si TKI dan menambah devisa negara puluhan trilyun. Tapi jadi penuh mudlarat, gara-gara istri jadi TKI, banyak suami di rumah selingkuh dengan wanita lain. Jika yang jadi TKI suami, istri bermain mata pula dengan pria lain. Tragis kan, suami jadi tenaga kerja luar negri, di rumah istri menerima “tenaga kuda” lelaki lain!

Kasiyun adalah salah satu pahlawan devisa negara kita. Dia berangkat ke negerinya Sultan Hasanal Bolkiah sejak 2 tahun lalu. Selama dia memburu dolar Brunei, ekonomi keluarganya di Bojonegoro (Jatim) berangsur membaik. Neraca pembayaran utang luar rumah berjalan lancar dan akhirnya impas. Kini istrinya sudah bisa mangan wareg nyandang wutuh (makan kenyang berpakaian bagus). Ke mana-mana Yuyun naik motor bebek masih gress. Jika bepergian pun sudah macam toko berjalan, karena banyaknya perhiasan yang dikenakan.

Secara lahiriah Yuyun menjadi ibu rumahtangga yang penuh berkah. Tapi kebutuhan manusia hidup kan tidak melulu soal perut. Sebagai wanita yang masih muda nan enerjik, dia juga membutuhkan fasilitas yang di bawah perut. Sialnya, semenjak Kasiyun di negeri jiran, dia tak punya akses lagi untuk kebutuhan yang sangat mendasar itu. Padahal, semenjak suami ngumbara golek upa (meratau cari makan) suhu udara di kampungnya sangat tidak bersahabat, mendadak jadi 5 drajat di bawah nol, ……duingiiiin sekali.

Lalu hadirlah lelaki bernama Daryadi, 38, masih tetangga sendiri di Desa Kepoh Kecamatan Kepohbaru. Meski wanita ini tak pernah mendeklarasikan soal rasa kesepiannya, tapi dari tabiat dan fiil (kelakuan)-nya sehari-hari, Daryadi yakin bahwa Yuyun sangat membutuhkan uluran tangan dari kaum Adam. Kebetulan pula wajah dan bodi bini Kasiyun ini sangatlah sekel nan cemekel, sehingga dia sangat tertarik untuk membangun koalisi sementara. “Nggak usah sampai 2014, sampai coblosan saja cukup….,” kata batin Daryadi.

Sebagai tetangga yang sudah kenal lama, jelas dia memiliki cara akses yang lebih cepat. Dan Yuyun juga tak curiga akan gaya approach (pendekatan) pria tetangganya, welkam-welkam saja ketika Daryadi jadi sering main ke rumah belakangan ini. Dan ketika hubungan antar tetangga ini sudah demikian akrab, barulah terbaca ke mana arah maksud lelaki tetangga ini. Awalnya Yuyun risih juga, tapi lantaran sononya nyosorrrrr terus, akhirnya dari hubungan antar tetangga menjelma jadi hubungan intim bak suami istri.

Sejak saat itu cuaca dan suhu udara di Kepohbaru menjadi normal kembali, sejuk. Kalau panas hanya suam-suam kuku, kalau anget cuma anget-anget tahi ayam. Ini tergambar dari wajah Yuyun yang selalu sumringah, ceria macam PNS habis gajian. Dan karena “uluran tangan”-nya sangat memberi nilai tambah bagi Yuyun, program “tenaga kuda” itu terus berlanjut selagi suaminya masih menjadi tenaga kerja luar negeri.

Tanpa terasa dua tahun sudah Kasiyun menjadi TKI. Dia pulang dengan membawa sejuta kerinduan. Tapi teka dhog (tiba di rumah), dapat info bahwa istrinya selama ini berselingkuh dengan lelaki lain. Bayangkan, voltase Kasiyun yang tadinya sudah 240 volt dekat gardu PLN, mendadak tinggal 110 volt macam listrik jaman Orde Lama. Celakanya, ketika diklarifikasi Yuyun tak mau mengaku. Gelap matalah jadinya. Istri yang sangat dirindukan itu dibanting ke kasur, lalu dibekak mulut dan hidungnya pakai bantal. Hanya dalam tempo 15 menit, wasalamlah Yuyun. “Aku kecewa pak, istri saya selingkuh,” kata Kasiyun di Polres Bojonegoro.

Sadis, bantal kan buat ganjel bukan mbekap!

About these ads
This entry was posted in KDRT, Pembunuhan, Perselingkuhan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s