Menantu Dihajar Mertua Karena Diam Diam Masih Meniduri Anaknya Meski Sudah Pisah Ranjang

Di tengah isyu bubarkan ormas beringas, Kasun Tukiman, 50, coba-coba bubarkan rumahtangga anaknya sendiri. Ternyata susahnya bukan main. Sudah pisah ranjang memang, tapi masih suka ketemu diam-diam dengan segala aktivitasnya. Marahlah Tukiman, mantu yang sedang nimang anak itu langsung dihajarnya.

Wacana pembubaran organisasi massa beringas, belakangan mengemuka. Tapi pemerintahpun tak berani gegabah untuk meluluskannya. Di samping bisa saja ormas itu muncul lagi dalam wadah/bentuk yang baru, kebebasan berserikat memang dijamin oleh UUD 1945. Karenanya, yang bisa dilakukan hanyalah imbauan agar jadi organisasi yang lembut, tidak menonjolkan kesangarannya. Seperti dalam bulan puasa ini misalnya, demi ketenangan beribadah hindarilah sweping dan perbanyak kolang-kaling!

Berkaca dari persoalan ini, mestinya Kasun Tukiman bisa berlaku arif pada kemelut rumahtangga menentunya. Mentang-mentang dia tak merestui pembentukan organisasi rumahtangga anaknya, meski sudah disahkan oleh KUA dia terus berusaha membubarkannya. Meski perkawinan Siti – Malyadi sudah menghasilkan seorang anak yang lucu, dia tak juga berubah untuk membatalkan niatnya. Pendek kata seperti Bung Karno jaman konfrontasi dengan Tengku Abdulrachman tahun 1964 dulu: Ganyang Malyadi, dan bubarkan keluarga buatan KUA!

Lima tahun lalu Siti, 24, menikah melawan Malyadi, 30, warga Desa Modongan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto (Jatim). Ternyata perkawinan itu berlangsung tidak secara mufakat bulat, lantaran ayah Siti, si Tukiman yang jadi Kasun (kepala dusun) di Desa Blimbingsari Kecamatan Sooko juga, tak merestuai perkawinan tersebut. Soalnya, di samping Malyadi bukan menantu idaman, dia sudah memiliki calon mantu yang lain, yang lebih mengakar dan bisa diterima pasar.

Jika tidak setuju, kenapa bisa terjadi akad nikah? Bukankah ayah kandungnyalah yang mengawinkan putri sendiri. Logikanya memang begitu. Tapi dengan diwakilkan kepada penghulu, kan boleh saja bapak tidak sejalan antara hati dan penampilan. Maka ketika si mantu mengucapkan kata: “saya terima nikahnya Siti dengan maskawin perhiasan emas 15 gram dibayar tunai….,” Tukiman diam saja. Yang lain pada ngomong serentak sah, dalam hatinya dia malah bilang: dengkulmu mlocot!

Selesai perkawinan, seperti biasanya pengantin putri diboyong ke rumah suaminya. Sejak itu Kasun Tukiman memutuskan hubungan diplomatik dengan keluarga muda Malyadi – Siti. Ketika putrinya mapati (selamatan hamil 4 bulan), keba (selamatan 7 bulan), melahirkan dan selapanan (selamatan bayi 36 hari), Kasun Tukiman tetap tak mau menjenguk cucunya yang lucu. Baginya, sekali anti Malyadi, ya tetap anti. Tak ada dalam kamusnya, bahwa ketika perkawinan itu telah menghasilkan anak orangtua akan luluh hatinya.

Lama-lama Siti tak tahan  juga akan sikap ayahnya, sehingga dia kemudian mengalah pisah rumah alias kembali ke rumah orangtua sekaligus membawa anak semata wayangnya. Tapi dalam pada itu, diam-diam masih suka berkunjung ke rumah suaminya dengan segala “aktivitas”-nya. Proyek “jemput bola” Siti pada suaminya ini yang bikin Kasun Tukiman gemas dan jengkel. Maka ketika kembali Siti ke rumah Malyadi, langsung disusul. Anak mantu yang tengah menimang balita-nya umur 3 tahun itu langsung dihajar, ditendang hingga terjengkang.

Mau melawan, mertua sendiri. Kalau menangpun juga tak bakal kondang. Maka meski hatinya jengkel dan sakit, dia hanya bisa menyerahkan kasus ini pada Polres Mojokerto. Dia minta mertuanya diusut secara tuntas. “Aku sih ditendang mertua nggak masyalah, tapi orangtua saya melihat anaknya digebuki orang pasti tidak terima,” kata Malyadi di depan petugas.

Mantu jangan melawan mertua, nanti kayak Kiageng Mangir.

About these ads
This entry was posted in Konyol dan Lucu, Perkelahian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s