Pulang Merantau Tidak Bertemu Istri, Seorang Suami Perkosa Gadis Yang Ditemuinya Pertama Kali Di WC Umum

SUNGGUH apes nasib Miyadi, 41, (bukan nama sebenarnya) dari Pacitan ini. Sebagai perantau yang kesepian, dia buru-buru kembali dari Sumatera ke kampung. Eh, istri tercinta justru pergi ke Jakarta. Gara-gara tlingsingan (tak ketemu) dengan istri, dia menjadi “ganas”. Ada gadis tetangga mandi di belik, langsung ditubruk dan digauli!

Keluarga yang ideal haruslah selalu berdua-dua dalam satu atap, entah itu rumah pribadi maupun rumah kontrakan. Tapi ketika ekonomi tak mendukung, tak semua orang bisa menikmati hidup seperti ini. Demi stabilitas dapur, banyak suami istri yang jalan sendiri-sendiri. Suami di mana, istrinya juga di mana. Bila sama-sama kangen, barulah ketemu merapel kerinduan.

Miyadi warga Tulakan Pacitan, adalah salah satu lelaki paling malang di dunia ini. Akibat kehidupan yang sulit di kampung, dia terpaksa harus merantau ke Medan cari sumber rejeki. Setahun sekali dia paling baru bisa pulang, biasanya menjelang Lebaran seperti sekarang ini. Selebihnya, jalinan suami istri ini hanya bisa berkomunikasi lewat sambungan HP, tanpa kegiatan sambungraga.

Menjelang Lebaran 1432 H ini, Miyadi menyempatkan diri pulang ke Pacitan. Sepanjang perjalanan dia sudah membayangkan, bagaimana serunya pertemuan Adam – Hawa yang bukan Titik Sandora – Muhsin itu. Tapi pokoknya, sebagaimana lirik lagu tersebut, “Kalau abang lagi serius, dowiiiii deh…..!”

Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Itulah yang terjadi. Ketika tiba di kampung, ternyatata istrinya sedang di Jakarta. Sama sekali dia tak tahu, karena selama beberapa hari ini tidak ada komunikasi. Kaa itu Miyadi berpikir, mungkin saja HP istrinya sedang rusak.

Sudah membayangkan yang seru-seru, tapi hasilnya sia-sia belaka, Miyadi sungguh pusing. Lalu beberapa hari lalu menjelang sore hari dia ke belik dalam rangka bersih-bersih badan. Eh, ternyata kamar mandi belik sedang dipakai kaum wanita. Itu bisa ditilik dari pakaian yang ditanggalkan di dinding bilik.

Lama tak ketemu istri, bayangan Miyadi yang ngeres-ngeres melulu. Lalu tergodalah niatnya untuk mengintip. Ternyata tidak salah. Yang sedang mandi memang bidadari dari kahyangan. Langsung saja Miyadi menempatkan diri sebagai Jaka Tarub yang sedang jatuh cinta. Bukan mencuri pakaiannya, tapi berusaha menyergapnya. Maklum, gara-gara pemandangan yang baru dilihat, dia kembali pusing tujuh keliling.

Gadis Marni, 18, (bukan nama sebenarnya) sungguh tak tahu ketika diintip orang. Dia baru sadar setelah keluar kamar mandi lansung disergap Miyadi tetangganya. Dengan pakaian yang belum begitu sempurna, dengan sendiri begitu leluasa sang perantau itu melampiaskan hajatnya. Buktinya, tahu-tahu score sudah menjadi 1-0. Setelah tertunaikan segala gairahnya, Miyadi pergi sambil bersiul-siul. Lupa deh akan rencana mandinya.

Enak buat Miyadi sudah barang menyakitkan bagi Marni. Setibanya di rumah dia segera mengadu pada orangtuanya. Orangtuanya tentu saja tak terima, sehingga melaporkaknya pada Polsek Tulakan. Malam itu juga dia ditangkap dan diperiksa. Dalam pemeriksaan dia mengaku, sangat terangsang karena sudah lama tak ketemu istri. Enaknya, gadis tetangga lalu dijadikan tiban.

Posted in Pemerkosaan | Leave a comment

Kepergok Mesum Menjelang Ramadhan, Gadis Desa Dimandikan ame Rame Didepan Umum

Mandi bersama di padusan umum menjelang Ramadan, biasa dilakukan orang. Tapi empat remaja di Aceh ini lain lagi. Mereka dimandikan warga ramai-ramai, karena kepergok berhubungan intim menjelang bulan puasa. Setelah keempatnya njedindil basah kuyup, barulah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Di Boyolali (Jateng), menjelang Ramadan sudah menjadi tradisi masyarakat berbondong-bondong ke pemandian Umbul Cokro, Pengging dan Tlatar. Ini sudah terjadi turun temurun, dan apa maksud sesungguhnya tidak jelas. Mungkin filosofinya adalah, bersih-bersih diri menghadapi bulan suci, sehingga puasanya juga bersih, tanpa berpikir macem-macem dan berbuat macam-macam.

Paling ironis adalah kelakuan Sofwan, 22,(bukan nama sebenarnya) dan Wahab, 20,(bukan nama sebenarnya) beserta pacarnya masing-masing. Hidup dan tinggal di bumi Serambi Mekah, kok pikirannya tidak Islami, justru ngeres bak pasir Tangerang. Padahal sebagai warga kota yang menjalankan syariah Islam, mereka harus berbuat lebih terukur, apa lagi menjelang datangnya bulan Ramadan.

Dua anak muda warga Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, ini memang berteman akrab. Saking akrabnya, dalam hobi dan selera pun sama. Kebetulan mereka juga sudah memiliki pacar masing-masing. Sofwan berdoi Ida, 18, dan Wahab punya gebedan Ulfah, 19 (bukan nama sebenarnya). Lagi-lagi saking akrabnya antara keduanya, saat berpacaran pun juga sering jalan bareng.
Beberapa hari lalu, tengah malam mereka jalan bareng sampai perjalanan mereka tiba di Desa Gampong Biram Rayeuk, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Melihat sebuah rumah kosong, mendadak mereka menghentikan sepeda motornya, dan istirahat di dalam.

Dalam suasana yang sepi, tanpa ada orang lain kecuali mereka berempat, tiba-tiba setan masuk dan mengompori pada perbuatan yang jauh dari norma agama dan tata susila. “Dingin-dingin begini, paling asyik kelonan, Bleh!” kata setan.
Rupanya iman Sofwan dan Wahab memang baru setebal selotip. Melihat pacar masing-masing di tempat yang gelap, gairahnya mendadak bangkit. Maka Wahab segera menyerbu Ulfah dan Sofwan menyatroni Ida.

Awalnya kedua gadis itu menolak. Tapi karena dua cowok itu memang ahli pembangkit asmara, akhirnya Ulfah dan Ida bertekuk lutut dan berbuka paha jua. Sial, ketika mereka tengah digeber nafsu, ada warga yang mengetahui aksi mesum itu. Mereka pun digerebek dan dibawa ke rumah sesepuh kampung. Malam itu juga mereka diadili dengan cara kampung itu. Bukan dihukum cambuk, tapi cukup dimandikan bersama hingga basah kuyup. Selanjutnya pasangan mesum asal Kecamatan Baktiya itu diserahkan ke Polsek Tanah Jambe Aye.

Dalam pemeriksaan baik Wahab maupun Sofwan mengakui bahwa perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Tapi pihak Ida – Ulfah membantahnya, mereka melakukan karena terpaksa. “Tapi kami memang tidak berusaha berteriak atau melawan,” akunya jujur. Ikan belanak di kolam raja, karena enak diam saja.

Posted in Kisah Cinta | Leave a comment

Ngurus KTP Tidak Ketemu Ketua RT, Dipakai Kesempatan Untuk Menyelingkuhi Istri Pak RT

RT itu memang rukun tetangga, tapi jika istri “dirukuni” tetangga, bagaimana Pak RT tak marah? Maka inilah yang terjadi di Lumajang (Jatim); RT Samiyo, 37, (bukan nama sebenarnya) nekad menyabetkan parang ke tubuh Dalmin, 37, (bukan nama sebenarnya) tetangganya, karena kepergok ngumpet di bawah ranjang. Diduga keras, dia baru saja kelonan dengan istri Pak RT.

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Tapi ternyata tak semua orang bisa menyadari. Bahkan bagi orang yang kadung jadi budaknya setan SPI (Satgas Penggoda Iman), di kala warga tadarusan di mesjid, kesempatan itu justru digunakan untuk berbuat hil-hil yang mustahal. Taruhlah si Dalmin dari Desa Bodang Kecamatan Padang ini, di kala orang pada menahan hawa nafsu di siang hari, justru memasuki rumah orang yang bininya baru ditinggal pergi suami. Naudzubilah min dzalik!

Agaknya Dalmin sudah lama “ada main” dengan Ny. Tarmi, 29, (bukan nama sebenarnya) istri Pak RT, yang sekaligus juga tetangga sendiri. Sepertinya dia sama sekali tak takut bahwa suami gendakannya adalah tokoh masyarakat yang punya kekuasaan menentukan. Coba, kalau Pak RT tahu bahwa bininya selalu disatroni, apa mungkin Dalmin diberi surat pengantar ke lurah, ketika KTP-nya sudah mati? “Apaan surat pengantar ke lurah, nih pengantar kea lam baka, mau?” pasti begitu reaksi Pak RT Samiyo.

Tapi “untung”-lah, jaringan asmara bawah tanah itu selama ini tak pernah terendus. Karena tetangga dekat, mudah saja dia menyelinap di waktu yang tepat. Ketika tahu RT Samiyo pergi hingga malam, kesempatan itu digunakan Dalmin untuk menyatroni kamar Tarmi dengan segala aktifitasnya. Aktifitas apa? Alaaa, bulan puasa masak soal beginian dijelaskan juga. Nanti kalau batal puasa sampeyan, siapa yang tanggungjawab?

Di bulan Ramadan ini, kesibukan Pak RT semakin banyak, karena usaha dagangnya makin bagus omsetnya. Nah, kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya oleh Dalmin – Tarmi. Di kala warga sudah berangkat ke tempat kerja masing-masing, situasi yang sangat kondusif di pagi itu segera dimanfaatkannya. “Terus saja Bleh, jangan takut-takut….,” kata setan seperti Tino Sidin almarhum saat jadi guru gambar di TVRI dulu.

Namun sial kali ini. Ketika keduanya sedang ketanggungan, ternyata RT Samiyo pulang mendadak karena ada yang ketinggalan. Tahu gelagat itu, sedangkan waktu untuk lari tak ada lagi, tak ada jalan lain bagi Dalmin kecuali sembunyi di nglongan (kolong ranjang). Melihat sikap istrinya yang mencurigakan, dan jarak membuka pintu cukup lama, Samiyo pun curiga bahwa ada hil-hil yang mustahal tersebut. Nah, saat dia melongok ranjang, kok terlihat ada lelaki ndepipis (meringkuk) di bawah ranjang.

Langsung saja RT Samiyo tahu apa yang baru saja terjadi. Parang diambilnya dan dihantamkan ke tubuh Dalmin tetangganya yang berusaha keluar dari kolong ranjang. Tidak sampai mati memang, tapi bacokan itu menjadikan Dalmin harus dilarikan ke rumahsakit. Sedangkan RT Samiyo, kini jadi urusan polisi Polsek Padang, meski dia mbacok orang demi menjaga harga diri dan kehormatannya. Suami istri saja bisa kena puasa dua bulan, apa lagi dengan orang lain

Posted in Perselingkuhan | Leave a comment

Pemuda Desa Threesome Bareng Dua Kembang Desa Akhirnya Bingung Karena Dua Duanya Hamil Bareng

ROMLI, 22, adalah play boy cap kampung. Dua gadis teman sedesanya digaulinya sekaligus. Giliran sudah menikahi gadis Tarsih, 18, lantaran kadung hamil; eh Pawiti, 17, menyusul hamil juga. Karena tak mampu menikahi dua-duanya, keluarga pacar kedua pun melapor ke Polres Lumajang.

Tampang jelek, karena anggota DPR, bisa saja punya bini cantik. Sebaliknya, meski hanya tukang batu, jika pintar merayu cewek, juga bisa jadi tukang pacaran yang handal. Sejumlah cewek direntengi (digandeng) macam karet gelang. Maka spesialist mata pun bilang, cinta itu memang buta. Bila sudah demen tak peduli dengan status orang yang dicintai.

Nasib mujur ini dialami oleh Romli, yang pekerjaan sehari-harinya hanya jadi tukang batu. Meski sehari-hari bau semen dan plamir, ada saja cewek yang menaruh perhatiannya. Maklumlah, di samping tampang memang lumayan, dia ahlinya merayu cewek. Maka meskipun sehari-hari selalu akrab dengan cethok dan sendok pasir, di luar profesi dia adalah “satria lananging jagad” karena ceweknya selalu berganti-ganti.

Dalam kisah perwayangan, predikat “satria lananging jagad” hanya dimiliki oleh Harjuna, satria Madukara yang punya keris Pulanggeni. Begitu pula dengan Ramli, dia juga punya “keris” serupa. Cuma jikalau kerisnya Harjuna khusus untuk membinasakan musuh, “keris” Romli justru menjadi senjata andalan untuk mempedayai sejumlah gadis. Seorang cewek yang terkena “keris” tukang batu satu ini, langsung nginthil (ngikut) terus ke mana saja.

Pemuda dari Desa Kandangtepus Kecamatan Sendura ini, diam-diam telah memiliki dua pacar sekaligus, dua-duanya warga sekampung. Dengan Pawiti dia akrab, dengan Tarsih juga lengket. Lalu sebagai “satria lananging jagad”, kedua gadis itu juga telah merasakan bagaimana asyiknya terkena “keris” Pulanggeni made in Lumajang ini. Soalnya, begitu saktinya sang keris, yang terkena belum tentu kena infeksi atau pembengkakan pada perutnya.

Tapi apes rupanya si Pawiti, sekian bulan dipacari Romli, tahu-tahu perutnya hamil. Untuk menutub aib, keduanya pun segera dinikahkan di KUA. Pelajar SMA kelas II itupun hamil, dan sekolahnya putus di jalan. Bila biasanya nenteng tas ke sekolah, setelah bayinya lahir ke mana-mana harus menggendong si upik.

Lalu bagaimana dengan si Tarsih? Jelas koalisi itu putus pula di tengah jalan. Tapi sungguh di luar dugaan, keluarga si gadis beberapa hari lalu mendatanginya, melapor bahwa putrinya hamil akibat perbuatan Ramli. Sebagaimana Pawiti pula, orangtua Tarsih juga minta penyelesaian yang setara alias dinikahi. Dalam kondisi kepepet, putrinya dijadikan bini kedua juga tak masyallah, yang penting si bayi kelak punya status yang jelas.

Punya bini dua, kata kalangan poligamawan, sangat mengasyikkan. Tapi bagi Romli yang hanya tukang batu, jelas tak sanggup jika. Selain hanya mengandalkan kekuatan onderdil, dia khawatir dikritisi pula oleh Jusuf Supendi. Maka dengan terpaksa tawaran sangat menjanjikan itu ditolaknya. Tentu saja keluarga Tarsih tidak terima, sehingga Romli pun dilaporkan ke Polres Lumajang. “Nyerah deh Pak, punya bini satu saja sudah empot-empotan,” kata tukang batu itu di depan polisi.

Tapi yang satu ini kan ngempot ayam!

Posted in Konyol dan Lucu, Pernikahan | Leave a comment

Kisah Romeo dan Juliet Dari Kota Malang

Semula Karjan, 30, menikahi Titik, 39, karena ingin merampas hartanya. Tapi gara-gara kesalahan teknis, justru nyawa sendiri yang terampas. Ya, dia mati bunuh diri karena ketakutan telah menganiaya bini sampai mati. Paling unik, sebelumnya Karjan masih sempat-sempatnya menggantung mayat istri.

Orang Jawa punya filosofi tentang harta, yakni harta nistha, madya dan utama. Nistha adalah harta yang diperoleh lewat kejahatan. Madya harta dari warisan dan utama adalah harta yang diperoleh dari hasil keringatnya, bukan karena terima cek pelawat macam anggota DPR. Tapi bagaimana status harta arisan itu, jika diperoleh dengan cara pura-pura menikahi bekas istri kakak sendiri?

Inilah benang kusut yang dibuat sendiri oleh Karjan warga Desa Bendalisada Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang (Jatim). Pada mulanya hubungan dia dengan Titik sebatas adik dan kakak ipar, karena perempuan tersebut adalah istri dari kakak kandung Karjan sendiri. Meskipun orang suka memplesetkan ipe adalah kepanjangan kata iki ya penak, dia tak pernah memikirkan bagaimana bisa penak-penakan dengan istri kakak sendiri.

Tapi perjalanan nasib telah menggiringnya ke sana. Tanpa sakit tanpa masuk angin, Badrun, 43, kakak Karjan ini klepeg klepeg meninggal dunia. Lalu kemudian fakta bicara depan matanya, seluruh harta peninggalan almarhum bakal jatuh jadi hak waris Titik kakak iparnya. Karjan pun segera ingat akan nasib dirinya yang miskin, yang sampai usia kepala tiga belum punya istri gara-gara tak punya pekerjaan tetap. “Janda bekas kakakmu harus kamu akuisi Bleh….,” kata setan bak menteri BUMN menasihati Dirut BUMN.

Untuk mengubah nasib mulailah Karjan berpikir bagaimana bisa menjadi suami pengganti bagi Titik. Terus terang, wajah dan bodi kakak iparnya ini pas-pasan saja, tak begitu menarik. Tapi demi menyelamatkan asset keluarga, tak apalah punya istri jelek. Jika terpaksa, saat “diperlukan” apa salahnya sambil membayangkan Krisdayanti atau Paramitha Rasudi, kan sama saja.

Mulailah Karjan mengadakan lobi-lobi kecil pada janda Titik. Karena janda itu sendiri juga belum siap kedinginan terus di usia muda, akhirnya diterimalah adik iparnya ini sebagai calon suami pengganti. Maka setelah slametan 100 hari almarhum, resmilah Karjan menikahi Titik yang bekas kakak iparnya. Setelah itu, dia membenarkan celoteh orang-orang bahwa ipe itu memang kepanjangan kata: iki ya penak (ini juga enak).

Sungguh bahagialah Karjan jadi suami Titik, karena dia sekarang telah berhasil menyelamatkan asset kakaknya yang nyaris dikuasai Titik sendiri. Cuma lama-lama ketahuan juga modus operandi mantan penganggur ini, karena Karjan selalu berusaha memindahkan kepemilikan harta itu ke atas namanya sendiri. Dan beberapa hari lalu misalnya, suami istri ini ribut karena Titik tak mau harta warisan Badrun dikuasai Karjan. “Nek aku mati sik, bandhaku nang dheke kabeh (jika aku mati duluan, hartaku dikuasai dia),” kata Titik sekali waktu.

Keributan beberapa hari lalu itu agaknya mencapai klimaksnya. Soalnya, Karjan yang lepas kendali tega melepaskan pukulan mematikan sehingga istri pun wasalam. Takut jadi urusan polisi, dia segera menggantung tubuh istrinya, agar kelak dikira gantung diri. Namun di sisi lain, Karjan juga merasa bahwa akal-akalannya ini bakal ketahuan juga. Daripada pusing lagi-lagi jadi urusan polisi, tanpa pikir panjang dia nekad gantung diri pula di sebelahnya.

Orang gantung diri kok “kerjasama”, mana bisa?

Posted in Bunuh Diri, Kisah Cinta, Perkelahian | 1 Comment

Demi Memuluskan Perselingkuhan Seorang Istri Meracun Suami Tapi Malah Anak Yang mati

DEMI melapangkan perjalanan asmaranya, Ny. Sundari, 55, tega hendak meracun suami sendiri. Tapi sial, minuman beracun itu jusru terminum anak sendiri. Tak sampai wasalam memang. Tapi dari sana terungkap bahwa istri Paimo, 60, ini sengaja membangun “koalisi jahat” untuk bisa kawin dengan PIL-nya.

Yang namanya politik selalu menghalalkan segala cara. Tapi biasanya ini politik untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan. Lihat saja itu Muamar Khadafi dari Libia, dia tega menembaki rakyat sendiri lewat udara, karena tak mau diganggu kekuasaanya. Kesimpulannya, di mata politik nyawa itu tak ada harganya.

Bagaimana dengan politik untuk meraih kenikmatan ragawi? Ternyata banyak juga yang tega berbuat aniaya. Ny. Sundari ini contohnya. Agar bisa segera menikah dengan PIL-nya, dia dengan tega hati hendak melenyapkan suami sendiri. Padahal jika Allah belum menghendaki, apa yang jadi target justru malah meleset. Ceritanya mau membunuh suami, justru anak yang kejet-kejet (nyaris tewas).

Usia Ny. Sundari bukan lagi muda, apa lagi suami. Tapi di kala anak-anak sudah gede bahkan sebagaian sudah mentas (menikah), eh mereka malah berusaha pecah koalisi. Apalah terjadi pengkhianatan dalam setgab koalisi? Apakah Sundari mau niru Lily Wachid, apakah Paimo mengikuti jejak Effendi Khoiri? Sepertinya tidak. Tapi yang jelas, kini Paimo – Sundari sudah tidak tinggal serumah. Sebetulnya Sundari sudah minta cerai, tapi suami tak pernah mengizinkan.

Meski sudah bukan lagi muda, ternyata Sundari masih pengin juga membangun koalisi dengan lelaki lain, apa lagi dia sudah punya cem-ceman baru. Sayangnya, niat itu susah dilaksanakan, lantaran Paimo masih pegang kendali setgab. Lalu bagaimana akal? Bandi, 50, kekasih Sundari pun melempar wacana. “Kalau suamimu masih ada, mustakhil rencana kia terlaksana.” Ujar Bandi.

Jadi Paimo harus dilenyapkan? Meski sebetulnya berat, tapi demi rencana koalisi asmaranya, Sundari menerima saran kekasihnya. Lalu Bandi pun memberikan sejimpit racun, agar dituangkan ke dalam air mineral yang biasa dibawa Paimo selagi ke sawah. Lagi-lagi demi asmara yang sedang membara, Sundari menurut saja.

Diam-diam dia memasukkan racun ke dalam botol air mineral itu. Teorinya, air kemasan itu akan dibawa suami ke sawah dan di sana dia segera meregang nyawa setelah meminumnya. Ternyata teorinya meleset. Justri Dimin, 27, anak keduanya, sepulang bepergian langsung makan. Dan karena keseretan, air mineral di atas meja itu pun ditenggaknya, gleg, gleg.

Tapi mendadak perut sakit, seperti diaduk-aduk dan mata kunang-kunang. Dimin dilarikan ke Puskesmas Jogorogo. Masih bisa diselamatkan nyawanya. Tapi dari situ semuanya jadi terungkap bahwa air maut itu sedianya akan dipakai mencelakakan suami. Gara-gara rencana jahat ini, Paimo terpaksa melaporkan istrinya ke polisi.

Kini Sundari warga Desa Dawung Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi (Jatim) ini mendekam dalam tahanan Polres Ngawi. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa memang sengaja mau meracun suami, atas sponsor Bandi. Polisi pun kini mengejar PIL-nya Sundari, sebab setelah usahanya gagal total dia buru-buru melarikan diri entah ke mana.

Tunggu ya, gagal naik pelaminan, malah naik mobil polisi dengan tangan diborgol.

Posted in Pembunuhan, Perselingkuhan | Leave a comment

Yoyok Pencuri Spesial Celana Dalam Wanita Bekas Pakai

LAZIMNYA pencuri selalu mengambil barang yang bernilai ekonomi. Tapi Yoyok, 29, dari Cirebon ini lain. Dia mencuri sejumlah barang justru yang bernilai romantis. Maka ketika tertangkap warga, dalam tas ditemukan sejumlah celana dalam wanita. “Nggak saya jual, cuma untuk berfantasi,” ujarnya pada polisi.

Lagu Payung Fantasi karya Ismail Marzuki banyak penggemarnya. Di samping iramanya lincah, lirik katanya juga indah. “…………Siapa gerangan dinda… bidadari dari surga, ataukah si burung kenari si pembawa harapan pelipur hati…”, begitu sepenggal lagu tersebut. Begitulah seniman, sebuah payung yang dipakai gadis sedang kehujanan pun bisa menimbulkan fantasi untuk sebuah karya seni.

Tapi bagaimana pula bila yang dilihatnya sepotong……celana dalam? Susah membayangkan, memang. Tapi bagi Yoyok warga Desa Sunyaragi Kecamatan Kedawung Cirebon, justru dengan celana dalam wanita imajinasinya bisa berkembang. Bukan saja imajinasi, gairah syahwatnya juga meningkat. Tapi bagaimana jalan keluarnya? Sedangkan kekasih yang sudah lama dicinta, ternyata telah meninggalkannya.

Anak muda kuli bangunan ini memang sudah punya pacar. Tapi mungkin karena tak tahan punya cowok yang selalu beraroma semen, si doi memutuskannya. Yoyok yang sudah cinta mati pada si dia, tak bisa melupakannya. Satu-satunya pelipur lara, hanyalah sepotong celana dalam kekasih yang sempat diamankannya. Itulah yang menjadi tumpahan rindu selanjutnya, karena kekasih itu sendiri sudah menjalin koalisi dengan lelakui lain.

Tapi ternyata, berfantasi dengan satu celdam yang monoton, Yoyok bosan juga. Mulailah timbul niat nakalnya, mencuri celdam wanita lain. Tak tahulah, entah punya nenak-nenek atau gadis jelita secantik Dian Sastro, di kala melihat celdam itu di jemuran, langsung disambernya wush……! Lalu di tempat sepi, diciumilah berulang kali benda antik tersebut dengan membayangkan yang jorok-jorok.

Penyakit ini menjadikan Yoyok ketagihan. Di sela kesibukan kerjanya sebagai kuli bangunan di sebuah proyek, dia selalu berusaha mencuri celana dalam wanita. Hanya dalam tempo beberapa minggu, sudah sempurnalah Yoyok sebagai kolektor celana dalam. Untung saja belum ketemu Jaya Suprana. Kalau ketemu ahli kelirumologi ini, pasti masuk MURI (Museum Rekord Indonesia) dan Yoyok dapat piagam bertuliskan: Yoyok, kolektor celdam wanita terbanyak se Indonesia.

Tapi sial nasib Yoyok. Belum juga ketemu Jaya Suprana, malah ketemu Pak Jaya, 45, warga Kompleks Griya Caraka. Tepatnya bukan ketemu, tapi konangan; sebab kala itu Yoyok sedang beraksi menelateni celdam wanita yang tengah dijermur. “Maling…!” teriak lelaki itu, dan kuli bangunan itupun jadi bulan-bulanan warga. Digebuki ramai-ramai hingga wajahnya menjadi simpang siur.

Dengan kondisi yang babak belur diapun digeledah, ternyata di dalam ditemukan celana dalam dan pakaian dalam wanita sebanyak 8 buah. Dalam pemeriksaan petugas Polsek Kedawung, Yoyok mengakui bahwa dia tak mengambil keuntungan materi dari pencurian celdam tersebut. “Wong barang ini tak saya jual, hanya untuk berfantasi saja,” akunya sambil cengar-cengir.

Posted in Konyol dan Lucu | Leave a comment